Category Archives: sejarah

Menyusuri Jejak Kegemilangan Islam

Ketika memulai tulisan ini, penulis mendapatkan satu pertanyaan yang sangat menghantui penulis. Pertanyaan ini muncul dan timbul menjadi menjadi semakin besar ketika satu persatu fakta yang didapatkan menggambarkan betapa besarnya sejarah yang dimiliki umat islam. Para pengembara agung yang menyebar diseluruh dunia islam meninggalkan jejak yang yang sangat mulia dalam takaran peradaban. Ilmu, keshalihan, serta kearifan mereka membuat kita berdecak kagumsekaligus merasa tidak berdaya.

Kemudian timbul pertanyaan baru, “Apakah Islam hanya gemilang dan cemerlang pada masa lalu?” Apakah kita hanya mampu dan bisa mengagumi masa lalu? Tentang kegagahan, kebesaran, dan tentang keagungan peradaban yang berhasilan dibangun oleh umat islam terdahulu.

Hari ini nyaris kita tidak bisa membanggakan apapun tentang islam dalam komunitas kaum Muslimin. Politik Islam hari ini, tak ada yang bisa kita jadikan kiblat. Ekonomi Islam hari ini, tidak ada yang bisa dijadikan referensi. Intelektualitas Islam hari ini, terkungkung hanya membanggakan masa lalu. Umatnya lemah, baik daya tawar dan juga posisinya. Apakah Islam telah berubah?

Sebenarnya bukan Islam yang berubah menjadi rendah. Islam, insa Allah tetapu tinggi dan mulia. Lalu siapa yang berubah kualitasnya?

Mungkin kita. Kaum muslimin yang mengaku dan memeluk Islam. Kualitas kita yang berubah menjadi rendah. Kita tidak lagi seperti orang-orang dahulu, yang dengan tunduk dan patuh melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan utuh. Kita memiliki berjuta pertanyaan yang diajukan bukan membuat kita untuk semakin yakin, malah sebaliknya sebagai cara untuk menghindar.

Apakah kita hanya mampu berbangga dengan masa lalu? Jika hari ini kaum Muslimin berada di pinggir jurang yang cukup mengancam, lalu bagaimana dengan masa depan kaum Muslimin nanti? Apakah lebih buruk dari hari ini, atau mulai menemukan setitik cahaya?

Dengan semangat mencari motivasi, seharusnya masa depan jauh lebih terang dari sekarang. Itu juga yang menjadi alasan kami untuk mencari dan menggambarkan kepada kaum Muslimin tentang pijakan sejarah yang kita miliki. Agar mampu menatap dan membangun masa depan yang lebih baik mulai dari sekarang.

Sebab, kata orang-orang bijak, siapa yang memiliki sejarah maka dia akan memiliki masa depan yang cearah. Semakin kita kebelakang menelusuri kegemilangan sejarah Islam, maka semakin cemerlang cahaya yang kita temukan. Tugas kita hari ini adalah, bagaimana membawa cahaya itu ke waktu sekarang. Agat bisa menerangi hari kita dan menjadi bekal di esok hari. Insya Allah.

Sebagian dikutip dari majalah Sabili No. 13 Th XVI 15 Januari 2009/18 Muharram 14 30

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

A. TEORI TENTANG PROSES MUNCULNYA KEHIDPAN AWAL MANUSIA DAN MASYARAKAT DI KEPULAUAN INDONESIA.

Arkaekum, zaman paling tua dimana diperkirakan sudah berumur 2.500 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini lapisan kulit bumi masih sangat panas dan belum memiliki tanda-tanda untuk kehidupan.

Paleozoikum, zaman ini berumur kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Bumi berangsur-angsur mendingin. Pada zaman ini tanda-tanda kehidupan sudah mulai nampak, dengan munculnya nenek moyang makhluk bersel satu(mikroorganisme) dan juga jenis binatang bertulang belakang, seperti ikan, reptil, dan amphibi walaupun jumlahnya belum banyak.
Mesozoikum, zaman ini diperkirakan telah ada lebih dari 150 juta tahun Yang lalu. Bentuk kehidupan semakin beragam. Ikan, reptil, dan amphibi makin banyak jenisnya. Hewan bertubuh besar, seperti Dinosaurus telah ada di zaman ini.

Neozoikum atau Kainozoikum, zaman ini berumur kurang lebih 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini kehidupan sudah sangat beranekaragam. Zaman Neozoikum terbagi menjadi dua, yaitu terersier dan era kuarter. Pada era tersier binatang menyusui, seperti berbagai jenis monyet telah berkembang pesat. Sementara itu, era kuarter berumur kurang lebih 600.000 tahun yang lalu. Era kuarter dibagi menjadi dua kala, yaitu kala pleistosen(devluvium) dan holosen(aluvium).

B. PERIODISASI PERKEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT AWALA INDONESIA
Zaman prasejarah dibedakan atas beberapa kurun waktu sesuai dengan tingkat peradabannya. Tingkat peradaban ini dibedakan berdasarkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat benda atau alat perlengkapan hidup lainnya. Berdasarknan hal itu, zaman prasejarah dibedakan atas dua zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam.

ZAMAN BATU

Zaman batu dimulai kurang lebih pada tahun 590.000 SM. Peralatan yang digunaka pada zaman itu terbuat dari batu, untuk mempertahankan diri dan mencari makanan. Zaman Batu sendiri dibedakan menjadi empat zaman, yaitu zaman Batu Tua, zaman Batu Madya, zaman Batu Muda, dan zaman Batu Besar.

a. ZAMAN BATU TUA (PALAEOLITHIKUM). Zaman ini berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang lalu. Pada zaman ini telah hidup manusia purba, seperti Meganthorpus paleojavanicus dan Pithecanthropus erectus. Pada zaman Batu Tua, kebudayaan mereupakan sesuatu yang penting. Pada zaman ini manusia mulai membuat berbagai objek untuk keperluan simbolis, seperti kegiatan seremonial, misalnya untuk upacara kematian. Peralatan pada zaman Palaeolithikm merupakan alat batu yang ditemukan ditetapkan sebagai unsur kompleks kapak perimbas. Pada umumnya, jenis kapak batu ini berbentuk besar dan kasar.

b. ZAMAN BATU MADYA (MESOLITHIKUM). Dinginnya zaman es diseluruh dunia semakin berkurang menjelang tahun 10.000 SM. Hal ini menyebabkan perubahan terhadap habitat manusia. Kawanan binatang menghilang dibanyak daerah. Namun, makanan dari tumbuhan lebih melimpah dibanding zaman sebelumnya. Selain itu danau, teluk, dan sungai menghasilkan ikan yang dan makanan lain yang melimpah. Peradaban manusia masa ini dikenal dengan peradaban abris sous roche. Pada peradaban ini manusia tinggal di gua-gua yang tidak jauh dari sungai atau pantai. Ciri utama zaman ini tampak dari peninggalan sampah dapur(kjokken moddinger) yang mencapai 7 meter. Van Stein Callenfeis membagi kebudayaan Mesolithikum di indonesia menjadi tiga corak, yaitu kebudayaan Peeble di Sumatra dan Bandung, Kebudayaan Bone di Lampung dan Madium, Kebudayaan Flakes di Timor, Rote, dan Toala.

c. ZAMAN BATU MUDA (NEOLITHIKUM). Zaman neolthikum ditandai dengan upaya pembudidayaan timbuhan dan pemeliharaan hewan. Pada zaman ini terjadi perubahan besar pola hidup manusia. Tradisi berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering) berubah menjadi tradisi memproduksi makanan (food producting). Pada zaman ini, manusia diperkirakan telah bertempat tinggal menetap di desa-desa kecil dalam komunitas petani. Dalam komunitas seperti ini, setiap anggota masyarakat telah saling mengenal dalam ikatan emosional. Pada zaman Neolithikum, alat-alat yang digunakanumumnya terbuat dari batu yang telah diolah dan diperhalus. Peralatan zaman Neolithikum umumnya terbagi atas dua gololngan besar, yaitu kapak persegi dan kapak lonjong. Kapak persegi terbuat dari batu api kalsedon. Istilah kapak persegi di nerikan berdasarkan penampangnya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium.

d. ZAMAN BATU BESAR (MEGALITHIKUM). Masyarakat ini memiliki ciri khas tertentu. Mereka menganggap tanah merupakan salah satu unsur penting. Dalam kehidupan. Oleh karena itu masyarakat gemar bercocok tanam. Lama-kelamaan, pola hidup di zaman Megalithikum ini makin berkembang. Manusia mulai menguasai alam. Mereka juga mulai mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Berdasarkan kepercayaan itu , muncullah tradisi megalithiku, yaitu membuat bangunan-bangunan batu besar (mega = besar; lithos = batu). Bangunan ini ditujukan untuk mengabadikan jasa orang yang sudah meninggal dan menjadi medium penghormatan. Bangunan di masa Megalithikum ini, antara lain menhir, dolmen, sarkofagus, dan punden perundak.

ZAMAN LOGAM

Zaman ini disebut zaman logam karena manusia pada waktu itu telah dapat menghasilkan peralatan dari logam. Untuk memenuhi kebutuhannya berbagai upaya dilakukan. Namun, tidak semua orang memiliki keahlian dalam membuat benda-benda logam. Muncullah golongan undagi (golongan yang terampil membuat suatu jenis usaha). Zaman Logam umumnya terbagi atas zaman Tembaga, zaman Perunggu, dan zaman besi. Pada zaman Tembaga, namun peralatan dari tembaga ini tidak ditemukan di indonesia. Pada zaman Perunggu, peralatan dari perunggu telah dikenal luas hampir diseluruh Asia. Penguasaan teknologi pengolahan logam campuran antara timah dan tembaga ini membentuk keterampilan pertukaran masyarakat zaman perunggu. Oleh sebab itu, zaman ini disebut zaman perundagian.