Category Archives: Menulis

NASIONALISME ISLAM

Adakah konsep nasionalisme di dalam Islam.? Islam dan nasionalisme merupakan dua buah hal yang saling berlawanan. Konsep nasionalisme yang diluncurkan oleh barat tidak compatible dengan Islam. Bukankah sejarah juga telah mencatat keruntuhan khilafah ustmaniyah salah satunya disebabkan karena muncul dan berkembangnya  spirit nasionalisme dikalangan bangsa arab yang ingin memisahkan diri dari bangsa Turki ustmani yang saat itu dianggap sebagai simbol kesatuan umat Islam seluruh dunia. Ide nasionalisme menghancurkan khilafah Islamiyah.
            Barat telah berhasil memecah-mecah negeri-negeri Islam menjadi Negara-negara yang mandiri. Namun, meski demikian kebanyakan kaum muslimin tetap punya perasaan sama bila kaum Muslim di luar negerinya dizhalimi. Banyak dari organisasi Islam yang berusaha menjayakan Islam di negerinya dan menjadikan negerinya Islami. Sehingga

mulailah sedikit demi sedikit konsep nasionalisme ini diterima, asalkan tidak bertentangan dengan Islam.

Yang menarik adalah mengamati pendapat tokoh Ikhwanul Muslimin –pergerakan Islam terbesar di dunia- Hasan Al-Banna sebagai orang pertama yang secara komprehensif dan sistematis membincangkan tentang nasionalisme dan Islam.
            Hasan Al-Banna membedakan antara konsep al-wathaniyah dan al-qawmiyah dalam menjelaskan arti kebangsaan. merestorasi konsepsi awal patriotisme dan nasionalisme yang Eropa sentris dan berwatak sekular menjadi konsep yang telah diisi pemahaman baru sesuai Islam dan dimanfaatkan untuk kebangkitan Islam. Dalam kaidah ushul fikih, Al-Banna melakukan apa yang dikenal dengan “memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik”. Unsur-unsur terbaik dari patriotisme atau nasionalisme diserap dan dirumuskan untuk menjadi alat perjungan kebangkitan Islam.
Lebih lanjut, Hasan Al-Banna menguraikan perspektif nasionalisme dalam Islam dengan menegaskan bahwa motif-motif ideal nasionalisme sepenuhnya relevan dengan doktrin-doktrin Islam. Pandangan Hasan Al-Banna tentang nasionalisme diantaranya adalah:
Pertama, Nasionalisme Kerinduan. Jika yang dimaksud dengan nasionalisme oleh para penyerunya adalah cinta tanah air dan keberpihakan padanya dan kerinduan yang terus menggebu terhadapnya, maka hal itu sebenarnya sudah tertanam dalam fitrah manusia. Lebih dari itu Islam juga menganjurkan yang demikian.
Kedua, Nasionalisme Kehormatan dan kebebasan, yaitu nasionalisme dalam bentuk keharusan berjuang membebaskan tanah air dari cengkeraman imperialisme, mananamkan makna kehormatan dan kebebasan dalam jiwa putera-putera bangsa, maka kitapun sepakat tentang itu. Islam telah menegaskan perintah itu dengan setegas-tegasnya.
Ketiga, Nasionalisme Kemasyarakatakan. Yaitu nasionalisme dalam rangka memperkuat ikatan kekeluargaan antara anggota masyarakat atau warganegara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama. Islam bahkan menganggap itu sebagai sebuah kewajiban. Lihatlah bagaimana Rasullalah saw bersabda, “Dan jadilah kalian hamba-hamba allah yang bersaudara.” (Al-Hadist)
Tidaklah seorang manusia dianggap sempurna kecuali memiliki rasa cinta terhadap negerinya, rindu kepadanya, berjuang dengan jiwa dan hartanya untuk membelanya, bahkan berusaha mengerahkan seluruh potensi untuk menjaga kemuliaan dan kemenangannya.
Ketika kecintaan kepada negeri dilandasi karena Allah. Lingkupnya akan menjadi lebih luas mencakup semua tanah kaum muslimin, sehingga membela mreka menjadi kewajiban dan menolong mereka adalah keharusan.
Nabi saw memberikan contoh yang menakjubkan terkait cinta kepada negeri sendiri, loyal kepadanya dan rindu terhadapnya, pada saat hijrah dari mekkah setelah terasa sempit jalan-jalan dakwah, kemudian beliau bersabda. “Demi Allah, Engkau adalah tempat (bumi) yang paling aku cintai sekiranya pendudukmu tidak mengusirku, maka aku tidak akan keluar darimu”.
Yang membedakan Islam dengan nasionalis sempit adalah batasan nasionalisme bagi Islam ditentukan oleh basis iman, bukan territorial wilayah negara dan bata-batas geografis. Bagi Islam, setiap jengkal tanah di bumi ini dimana di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan La ilaha illallah, maka itulah tanah air Islam. Wajib bagi seorang muslim menghormatinya serta berjuang dengan tulus demi kebaikannya. Setiap muslim turut merasakan apa yang mereka rasakan dan memikirkan kepentingan-kepentingan mereka.

Islam sepakat dengan konsep nasionalisme dalam semua maknanya yang baik dan dapat mendatangkan manfaat bagi manusia dan tanah airnya. Sehingga jelaslah bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah sesuatu yang bertentangan. Ide nasionalisme dengan slogan dan yel-yelya, tidak lebih dari kenyataan bahwa nasionalisme merupakan bagian sangat kecil dari keseluruhan ajaran Islam yang agung.

Orasi Aksi Milad KAMMI 29 Maret 2014

Kawan-kawan sekalian, peserta aksi milad KAMMI ke-XVI. Tidak kurang 10 hari lagi kita akan melaksanakan sebuah pesta demokrasi akbar yang akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepannya. Kita ketahui bersama bahwasanya pemilu merupakan cara paling aman dan konstitusional dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apakah pemilu ini benar-benar bisa menyelesaika persoalan bangsa…???
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, Ada satu hal terlebih dahulu ingin saya sampaikan, saya menghimbau kepada seluruh partai politik peserta pemilu, ketika melakukan perekrutan bakal caleg, lakukan dengan cara yang ketat sesuai dengan visi misi yang partai perjuangkan. Jangan semata-mata karena  si bakal caleg punya modal yang besar lantas diloloskan dalam penjaringan. Lakukanlah penjaringan yang betul dan baik. Dengan sumber informasi yang serba terbatas, kasihan masyarakat yang harus mencari, mengenal, dan mempelajari caleg-caleg yang bakal dipilih, ada ratusan nama caleg.

Kawan-kawan sekalian. Jika kita semua yakin bahwa bangsa ini benar-benar sedang sakit, maka saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bangkit mengobatinya. Saya katakan, bahwa pemilu tanggal 9 April nanti merupakan momentum yang dapat kita jadikan sebagai titik tolak untuk perbaikan bangsa ini. Pemilu bisa berarti baik dan bisa berarti buruk, tergantung bagaimana kita memikirkannya dan melaksanakannya. Pemilu bisa berarti baik ketika kita memilih orang-orang yang benar-benar memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kebijksanaan dalam menentukan aturan. Kita harus paham bahwa orang-orang yang akan kita pilih adalah orang-orang yang memang mengetahui dan memahami fungsinya sebagai lesgislatif, ada tiga fungsi anggota legislatif yaitu fungsi legislasi itu sendiri (menyusun undang-undang), fungsi pengawasan, dan fungsi anggaran. Dari ketiga fungsi itu sudah sangat jelas kompetensi seperti apa yang harus dimiliki, para caleg yang memiliki kemampuan memahami hukum, memahami ekonomi keuangan, memahami statistik, dan memahami bahasa komunikasi untuk menjalankan fungsinya denga baik. Kita jangan memilih calon legislative ibarat memilih kucing dalam karung, orang yang kita pilih tidak berdasarkan integritas dan kompetensinya, tetapi sekedar karena kedekatan kekerabatan, atau lebih parahnya lagi kita memilih caleg karena sekedar selembar uang 50.000.
Oleh sebab itu kawan-kawan sekalian sekali lagi kenali calon yang akan kita pilih dengan baik, bangsa ini masih dapat kita perbaiki. Satu suara untuk memilih caleg yang berkualitas sama dengan satu membangun anak tangga menuju Indonesia yang lebih baik.

BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN…!!!

PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA

           Pendidikan politik adalah segala sesuatu kegiatan yang berkaitan dengan urusan yang menyangkut kepentingan dari sekelompok masyarakat (negara) guna mengetahui hak-hak dan kewajibannya. Pendidikan politik mengajarkan masyarakat untuk lebih mengenal sistem politik negaranya. Dapat dikatakan bahwa pebdidikan politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Melalui proses pendidikan politik inilah para anggota masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyarakat.
Dengan adanya pendidikan politik diharapkan setiap individu dapat mengenal dan memahami nilai-nilai ideal yang terkandung dalam sistem politik yang sedang diterapkan. Kemudian, dengan adanya pendidikan politik setiap individu tidak hanya sekedar tahu saja tapi juga lebih jauh dapat menjadi seorang warga negara yang memiliki kesadaran politik untuk mampu mengemban tanggung jawab yang ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap dan peningkatan kadar partisipasi dalam dunia politik.

Di tahun 2014 ini, Indonesia akan menggelar pesta demokrasi. Pada tanggal 9 April 2014 nanti, masyarakat Indonesia akan memilih secara langsung wakilnya di parlemen untuk periode jabatan 2014-2018. Kemudian di bulan juli mendatang, masyarakat Indonesia kembali akan menyalurkan hak pilihnya dengan memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2018.
Dari data yang dirilis Komisi Pemiliha Umum (KPU), jumlah pemilih yang terdaftar pada Daftar Pemilh Tetap (DPT) pemilu 2014 berjumlah 186.612.255 penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut 20-30% adalah pemilh pemula. Pemlih pemula adalah kelompok muda yang baru pertama kali akan menggunakan hal pilihnya dalam pemilu. Pemilih pemula ini terdiri dari mahasiswa dan siswa SMA yang telah memenuhi syarat yaitu berusia minimal 17 tahun.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, penduduk berusia 15-19 tahun berjumlah 20.871.086 orang, penduduk berusia 20-24 tahun berjumlah 19.878.417 orang. Dengan demikian jumlah pemilih muda sebanyak 40.749.503 orang. Dalam pemilu, jumlah tersebut sangat besar dan jika disatukan dalam sebuah partai, maka bisa menentukan kemenangan partai politik atau kandidat yang berkompetisi dalam pemilu.
Secara karakteristik, pemilih pemula memiliki perbedaan dengan pemilih tua. Pemilih pemula cenderung kritis dan mandiri dalam menentukan pilihannya. Mereka memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional, misalnya karena integritas moral tokoh yang dicalonkan partai politik, track record-nya, program kerja yang ditawarkan, atau  pun platform partai politik yang mengusung caleg tersebut. Secara sederhana, karakteristik seperti ini yang kemudian diharapkan dapat tumbuh dan kemudian membangun komunitas pemilih cerdas dalam pemilu tahun ini.
Namun demikian, pemilih pemula masih perlu untuk mengetahui dan memahami berbagai hal terkait pemilu, antara lain untuk apa pemilu ini diadakan, seperti apa tahapan-tahapannya, siapa saja yang boleh memilih, bagaimana cara menggunakan hak pilih, lembaga yang menyelenggarakan pemilu dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang kemudian harus dicari jawaban-nya agar kemudian benar-benar terbangun komunitas pemilih cerdas dalam menentukan pilihan politik-nya.
Pertanyaan-pertanyaan ini juga muncul untuk menyadarkan kepada pemilih pemula betapa berharganya suara mereka bagi proses politik di Negara ini. Walau pun hanya satu suara, namun dengan satu suara itu dapat menentukan arah perjalanan bangsa ini lima tahun kedepan. Agar tidak ada lagi pemilih pemula yang tidak mau berpartisipasi dalam pemilu dan memilih ikut-ikutan tidak mau menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (golput).
Oleh karena itu, penting bagi pemilih pemula untuk mendapatkan pendidikan politik. Tujuannya agar pemilih pemula benar-benar memahami segala sesuatu yang terkait dengan proses pemilu, dan harapan-nya terbentuk pemilih cerdas yakni pemilih yang sadar menggunakan hak pilihnya dan dapat memilih wakil yang berkualitas di parlemen demi perbaikan masa depan bangsa dan Negara.
SALAM PEMILIH PEMULA…

BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN…

Pembentukan Moral Melalui Sentuhan Nilai Agama

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Krisis moral dan kepribadian menjadi fenomena yang terjadi dalam kehidupan kita.. Penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tersebarnya tempat-tempat maksiat dan penyimpangan-penyimpangan perilaku lainnya menghiasi kehidupan kita. Sampai saat ini, upaya-upaya telah banyak dilakukan oleh banyak pihak, namun hasilnya masih jauh dari harapan. Namun upaya-upaya tersebut tidak harus ditiadakan atau dikurangi tetapi harus lebih ditingkatkan tetapi lebih simultan dan komprehensif.
      Seorang pemikir islam pernah mengutrakan hasil pengamatannya tentang kondisi umat islam saat ini. Salah satu fenomena yang terjadi adalah hilangnya kepribadian sitimewa dikalangan umat muslim. Seperti yang dikemukakan oleh Ihsan Tanjung (2001:X). Sebagai berikut
“Asy Syaikh Kamal Halbawy berpendapat bahwa di era globalosasi saat ini sebagian kaum muslimin tidak utuh dalam menampilkan kepribadian islam. Ada kelemahan dalam upaya melengkapi keseluruhan wilayah akhlak. Misalnya dalam wilayah kepribadian terkadang seorang muslim begitu concern terhadap akhlak kepada Allah, namun mengabaikan akhlah kepada sesame manusia. Sehingga apa yang ada pada masa dahulu menjadi keistimewaan kaum muslimin, maka hari ini sangat langkah ditemui di dalam dunia Islam”
1.2  Rumusan Masalah
1.      Seberapa penting pendidikan agama dalam membentuk moral seseorang?
2.      Bagaimana rusaknya moral anak bangsa saat ini yang tidak tersentuh dengan nilai-nilai agama.
3.      Bagaiaman membentuk akhlak dan perilaku Islam?
1.3  Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya pendidikan agama dan moral bagi bangsa ini, selain itu juga sebagai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia di semester dua.      
1.4  Metode Penelitian
Metode yang kami lakukan dalam penyusunan karya tulis ini merupakan metode kepustakaan yang  kami sadur dari buku-buku dan internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penyabab Terjadinya Krisis Moral
Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, Dunia kita telah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik kita adalah penipuan, dan bahasa social kita adalah pembunuan.

Dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.

Penyebab terjadinya krisis moral adalah :

1.      Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika.
2.      Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya.
3.      Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral.
4.      Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral
Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah, kembali kepada jalan islam. “Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 38)
2.2 Teori Keseimbangan Umar Bin Khattab
            Umar bin Khattab melihat bahwa suatu masyarakat akan kehilangan keseimbangannya jika gejala itu terjadi. Ada orang –orang shaleh yang lemah dan tertindas, da nada orang-orang jahat yang kuat dan perkasa. Yang pertama berarti kebaikan bertemu dengan kelemahan dan yang kedua berarti kejahatan bertemu dengan kekuatan.
            Karena itu Umar bin Khattab pernah berdoa: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan orang-orang bertakwa dan keperkasaan orang-orang jahat ”.
            Oleh sebab itu keseimbangan social menurut Umar Bin Khattab akan terjadi jika keshalehan bertemu dengan kekuatan dan kejahatan bertemu dengan kelemahan.
2.3 Tirani dan Keterasingan
            Bagaimana kita mengetahui bahwa suatu bangsa mengalami krisis moral? Dalam konteks ini kita dapat menyebut dua gejala; tirani dan keterasingan.
            Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilakuk social , dimana polarisasi kelompok terbagi menjadi dua yakni kelompok kuat yang tiran dan kelompok lemah yang menjadi objek tirani.

            Sementara itu, keterasingan menandai rusaknya hubungan social. Keterasingan berarti bahwa individu merasa sebagai orang asing dalam masyarakat. Ia hidup ditengah mereka namun tidak pernah merasakan kebersamaan dengan mereka. Lalu secara perlahan individu dan masyarakat terbelah dan terpecah. Dimana individu tidak lagi melihat masyarakat sebagai tempatnya melebur.
2.4 Jalan Terang Nilai-Nilai Islam
Manusia-manusia modern saat ini telah kehilangan cahaya kehidupan yang dapat membimbing mereka menuju keselamatan dan kebahagian dari semua yang mereka lakukan.
            Dunia kita ini telah gelap gulita. Dan hanya cahaya Allah yang dapat meneranginya kembali. Maka Allah berfirman;
            “… dan barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah , maka tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun juga.” (QS.24:40)
            Jalan keluar itu ada disini, kembali menempuh jalan Allah, ajaran Islam! Perbaiki akhlak dan kepribadian kita dengan perspektif Islam.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, Dunia kita telah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik kita adalah penipuan, dan bahasa social kita adalah pembunuhan.
Namun semua persoalan yang terjadi tersebut ada jalan keluarnya, dengan kembali menempuh jalan Allah, ajaran Islam. Karena dengan kembali ke ajaran Islam, maka Allah akan menerangi kehidupan kita yang sebelumnya gelap gulita.
3.2  Saran
Dengan menanamkan wawasan keislaman kepada diri kita, maka akhlak terpuji akan hadir dengan sendirinya di dalam setiap langkah hidup kita, akan menjauhkan diri kita dari akhlak-akhlak tercela, dan akan membentuk kepribadian islam yang dapat memperbaiki keseimbangan sosial
DAFTAR PUSTAKA
Artikel Non-Personal. 2012. Pendidikan Agama Membangun Moral. http://www.scribd.com/doc/72511469/Pendidikan-Agama-Membangun-Moral(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)
Matta, Anis. 2001. Membentuk Karakter Muslim. Jakarta: Shout Al-Haq Press.
Musthava. 2012. Agama Dan Dekadensi Moral. http://mushthava.blogspot.com/2012/02/agama-dan-dekadensi-moral.html(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)
Sang Pencari Ilmu. 2011. Membentuk Karakter Muslim. file:///E:/moral/Saung%20Pencari%20Ilmu%20-%20Membentuk%20Karakter%20Muslim.htm(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)

Tuna Long Line


BAB I
PENDAHULUAN
I. I Latar Belakang
            Dengan diproklamirkannya Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI ) 200 mil dari batas perairan teritorial tanggal 21 Maret 1980, maka luas perairan Indonesia bertambah menjadi ± 5,8 juta Km2. Bertambah luasnya perairan Indonesia memberi harapan baru yang menguntungkan bagi perkembangan perikanan laut.
Potensi lestari sumberdaya hayati perikanan tuna di perairan teritorial dan ZEEI diperkirakan 258,8 ribu ton per tahun (Anonymus,1983 ). Bertambahnya potensi perikanan tuna dari ZEEI merupakan tantangan bagi kita untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya secara rasional.

Long Line merupakan salah satu alat tangkap yang efektif dan khusus ditujukan untuk menangkap ikan tuna, karena konstruksinya mampu menjangkau kedalaman renang ( Swimming layer ) dan sangat sesuai untuk dioperasikan di perairan ZEEI 200 mil.
                Ikan tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai tambah yang cukup berarti dipasaran ikan Internasional. Hal ini terbukti dengan adanya permintaan tuna segar dipasaran Jepang yang mencapai 250 – 350 ton per hari, sehingga hal ini menjadi suatu tantangan bagi Indonesia yang mempunyai potensi lestari khusus untuk ikan tuna sebesar 258,8 ribu ton / tahun.


I.2 Tujuan
1.      Mengetahui konsep teknologi penangkapan ikan pole and line.
2.      Sebagai tugas perbaikan nilai dari mata kuliah Wawasan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknologi, dan Seni.


BAB II
PEMBAHSAN
2.1   Line Fishing

Long Line (rawai) termasuk kedalam teknologi penangkapan ikan yang menggunakan pancing atau biasa disebut dengan Line Fishing. Istilah lain biasa juga disebut dengan hook and line atau angling yaitu alat penangkapan ikan yang terdiri dari tali dan mata pancing. Semua alat tangkap tersebut dalam teknik penangkapannya menggunakan pancing. Umumnya pada mata pancingnya dipasang umpan, baik umpan asli maupun umpan buatan yang berfungsi untuk menarik perhatian ikan. Umpan asli dapat berupa ikan, udang, atau organisme lainnya yang hidup atau mati, sedangkan umpan buatan dapat terbuat dari kayu, plastik dan sebagainya yang menyerupai ikan atau yang lainnya.
            Dibandingkan dengan alat-alat penangkapan ikan lainnya, alat tangkap pancing inilah yang prinsipnya tidak banyak mengalami kemajuan. Karena hannya meletakkan umpan pada mata pancing, lalu pancing diberi tali. Setelah umpan dimakan oleh ikan maka mata pancing juga akan termakan oleh ikand dan dengan tali kemudian ditarik ke darat. Dalam teknisnya banyak mengalami kemajuan, misalnya benang yang dipakai berwarna sedemikian rupa sehingga tidak tampak dalam air, umpan diberi bau-bauan sehingga dapat memberikan rangsangan untuk dimakan, benetuknya diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai umpan yang umum disenangi oleh ikan yang menjadi tujuan penangkapan secara alamiah (Ayodhyoa,1981)
            Sebagai alat penangkapan ikan, alat pancing terdiri dari mata pancing, tali pancing, umpan, dan berbagai perlengkapan lainnya seperti joran, pelampung, pemberat, dan lain-lain. Dibandingkan dengan alat penangkapan ikan lainnya, menurut Ayodhyoa (1981) alat penangkapan ini mempunyai segi positif dan beberapa kelemaha, antara lain:
            Segi positif, yaitu:
1.      Alat-alat pancing tidak susah dala strukturnya dan operainya dapat dilakukan dengan mudah.
2.      Organisasi usahanya kecil, sehingga dengan modal sedikit usaha sudah dapat berjalan (bergantung jenis usaha pancingnya), manusia dengan sedikit usaha sudah dapat menjalankannya.
3.      Syarat-syarat fishing ground (daerah penangkapan) relatif sedikit dan dapat dengan bebas memilih.
4.      Pengaruh cuaca, suasana laut dan sebagainya relatif kecil.
5.      Ikan-ikan yang tertangkap seekor demi seekor sehingga kesegarannya dapat dijamin.

Beberapa kelemahannya, yaitu:
1.      Dibandingkan dengan perikanan jarring, maka untuk mendapatkan hasil tangkapan yang banyak jumlahnya dalam waktu yang singkat tidak mungkin dilakukan.
2.      Memerlukan umpan, sehingga ada tidaknya umpan alan berpengaruh terhadap jumlah kali operasi yang dapat dilkukan.
3.      Keahlian perseorangan sangat menonjol, pada tempat, waktu dan syarat-syarat lainnya sama, hasil tangkapan yang diperoleh belum tentu sama dengan orang lain.
4.      Pancing terhadap ikan adalah pasif, dengan demikian tertangkapnya ikan tersebut sangat ditentukan oleh tertariknya ikan untuk memakan umpan.

2.2   Long Line (Rawai)

Rawai (long line) terdiri dari rangkaian tali utama dan tali pelampung, dimana pada tali utama pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan berdiameter lebih kecil, dan di ujung tali cabang ini diikatkan pancing yang berumpan.
Ada beberapa jenis alat tangkap long line. Ada yang dipasang di dasar perairan secara tetap dalam jangka waktu tertentu disebut rawai tetap atau bottom long line atau set long line digunakan untuk menangkap ikan-ikan demersal (ikan dasar) . Ada juga Rawai yang hanyut biasa disebut drift long linedigunakan untuk menangkap ikan-ikan pelagis (ikan permukaan). Yang paling terkenal adalah tuna long line atau disebut juga dengan rawai tuna.


Gambar 2.1
Salah satu jenis rawai hanyut (drift long line) dan rawai tetap (set long line) (Anonim, 1975)
Walaupun kenyataannya bahwa hasil tangkapannya bukan hanya jenis ikan tuna tetapi juga jenis-jenis ikan pelagis lainnya seperti layaran, ikan hiu, dll.


Gambar 2.2
Jenis ikan hasil tangkap tuna long line bukan hanya jeni ikan  tuna tetapi juga beberapa jenis ikan pelagis lainnya.

Secara prinsip rawai tuna sama dengan rawai lainnya, namun mengingat berbagai factor biologi ikan sasaran, teknis pemakaian dan pengoperasian alat, komponen alat bantu, kapal yang tersedia, maka dilakukan berbagaai penyesuaian.



2.3   Bahan Tali Pancing

Bahan tali pancing dapat terbuat dari bahan monofilament (biasanya PA) atau multifilament (biasanya PES seperti terylene, PVA seperti kuralon atau PA seperti nylon). Perbedaan pemakaian bahan ini akan mempengaruhi jenis hauler yang diperlukan. Beberapa perbedaan dari kedua jenis bahan tersebut dipandang dari segi teknis adalah sebagai berikut.

a.       Bahan multifilament labih berat dan mahal disbanding monofilament, lebih mudah dirakit dan lebih cocok digunakan untuk kapal-kapal kecil.
b.      Bahan multifilament lebih tahan lama dan mudah ditangani. Karena itu, rawai multifilament harganya relatif lebih rendah.
c.       Karena lebih kecil, halus, dan transparan maka pemakaian monofilament dinilai akan memberikan hasil yang lebih baik dari pada multifilament.

2.4   Fishing Deph (Kedalaman Operasi)

Dilihat dari segi kedalaman operasi (fishing depth) rawai tuna dibagi menjadi dua, yaitu yang bersifat dangkal (subsurface), dan yang bersifat dalam (deep) yang pancingnya berada pada kedalaman 100 – 300 meter. Perbedaan kedua jenis ini antara lain pada tipe dangkal satu basket rawai diberi sekitar 5 pancing, sedangkan pada tipe dalam diberi sekitar 11 – 13 pancing sehingga lengkung tali utama menjadi lebih dalam. Sifat dari kedua tipe ini, antara lain:

a.       Rawai tipe dalam memerlukan line hauler yang lebih kuat dibandingkan tipe dekat permukaan.
b.      Rawai tipe dalam menangkap jenis big eye lebih banyak (sehingga nilai produksinya lebih baik) disbanding tipe dekat permukkaan. Tuna yang tertangkap dengan rawai dangkal didominasi oleh yellowfin tuna yang harganya lebih murah disbanding big eye.

Pelepasan pancing (setting) dilakukan menurut garis serong atau tegak lurus pada arus. Waktu melepas pancing biasanya dini hari tergantung jumlah basket yang akan dipasang karena diharapkansetting selesai pada pagi hari jam 07.00 saat ikan giat cari mangsa. Akan tetapi pengoperasian siang hari pun bisa dilakukan. Namun akibatnya penarikan pancing ( hauling ) jatuh pada waktu sore hari.

2.5   Jenis Umpan

Jenis umpan yang digunakan pada tuna long line umumnya adalah jenis ikan yang mempunyai sisik mengkilat, tidak cepat busuk, dan rangka tulangnya kuat sehingga tidak mudah lepas dari pancing bila tidak disambar oleh ikan. Umpan dalam pengoperasian alat tankap ini berfungsi sebagai alat pemikat ikan. Jenis umpan yang digunakan umumnya ikan pelagis kecil seperti lemuru (Sardinella sp), laying (Decopterus sp), kembung (Rastrelliger sp), dan bandeng (chanos-chanos)
Selain umpan asli, pada alat tangkap long line juga bisa menggunakan umpan buatan yang terbuat dari kayu atau plastik yang menyerupai ikan, udang, dll. Alat ini tidak banyak mengalami kemajuan karena hanya melekatkan umpan pada mata pancing. Kemudian diberikan bau-bauan sehingga dapat memberikan rangsangan kepada ikan, bentuknya diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai ikan yang umumnya disenangi oleh ikan.

2.6   Bagian-Bagian Tuna Long Line

Seperti halnya pada alat penangkapan ikan lainnya, satu unit alat tangkap tuna long line terdiri dari kapal yang dirancang khusus, alat tangkap dan crew. Kapal-kapal tuna long line modern bagian belakang telah dirancang dengan baik sehingga memudahkan operasi dan pengaturan alat tangkap.

BAB III
PENUTUP
3.1 Keimpulan
            Penerapan konsep teknologi dalam bidang akuakultur memang sangat dibutuhkan demi meningkatkan hasil/mendapatkan hasil yang maksimal. Namun demikian, kita juga memiliki tanggung jawab dari segala akibatnya, yaitu terhadap kelanjutan lingkungan kedepannya, oleh sebab itu dibutuhkan inovasi teknologi yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat menjadi solusi bagi peningkatan daya saing dan produksi komoditi perikanan yang berkelanjutan.
3.2 Saran
            Kegiatan akuakultur merupakan kegiatan yang sangat mendukung program perikanan berkelanjutan. Oleh sebab itu kegiatan akuakultur ini bisa menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya.



DAFTAR PUSTAKA
Akuakultur weblog. Bioteknologi dalam Akuakultur http://akuakultur.wordpress.com/2006/12/12/bioteknologi-dalam-akuakultur/. Diakses pada tanggal 19 april 2012.
Akuakultur yang Ramah; Inovasi Teknologi Masa Depan .http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/13/akuakultur-yang-ramah-inovasi-teknologi-masa-depan/. Diakses pada tanggal 19 april 2012.

Balai mulkan. Tuna Long Line. http://balaimulkan.blogspot.com/2012/07/tuna-long-line.html. Diakses pada tanggal 19  april 2012

Kemampuan Memaknai

Kemampuan menulis adalah bagaimana kita bisa menuangkan apa yang ada di dalam pikiran kita kedalam sebuah tulisan yang dapat dipahami oleh orang lain yang membacanya. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika kita ingin menulis sesuatu tetapi kita merasa tidak ada hal menarik yang bisa diangkat menjadi sebuah tulisan.

Di saat seperti itulah, kita dituntut untuk mengerahkan kemampuan kita untuk bisa memaknai segala sesuatu yang telah kita alami atau kita lihat. Karena sebetulnya semua kejadian yang ada disekitar kita bisa dijadikan sebuah tulisan. Tetapi tergantung bagaimana kita bisa memaknai kejadian yang yang berada di sekitar kita.

Kemampuan memaknai ini bukanlah sebuah bakat yang dibawa dari lahir, tetapi kemampuan memaknai merupakan skill yang harus terus-menerus di gunakan. Ibarat sebuah pedang yang tidak pernah digunakan, lama kelamaan akan tumpul. Sebaliknya jika pedang tersebut semakin sering digunakan, maka ketajamannya akan terus terpelihara. Seperti itulah kemampuan memaknai sesuatu, semakin sering digunakan maka akan semakin lancar dan mudah kita memaknai segala hal.

Dalam membuat sebuah tulisan. Memaknai apa saja yang terjadi disekitar kita merupakan langkah awal, baru kemudian bagaimana kita menuangkannya kedalam sebuah tulisan yang baik.

Nah, menuangkan ide-ide kedalam sebuah tulisan juga bukan hal yang mudahdan membutuhkan pembahasan yang agak panjang. Oleh karena itu akan saya bahas di artikel selanjutnya. Untuk sementara kita latihan dulu memaknai segala hal yang terjadi di sekitar kita…

Semoga sukses, Penulis pemula bukan kutukan….!!!!

Belajar Menulis

Menjadi seorang penulis menjadi tujuan baru yang ingin saya capai ketika mulai menginjakkan kaki di bangku kuliah. Saya merasa ada yang kurang dalam diri saya selama ini. Ide-ide atau gagasan-gagasan yang ada di pikiran belum bisa atau sulit untuk saya tuangkan dalam sebuah tulisan.

Ketika saya membaca tulisan-tulisan orang lain di surat kabar, di portal online, dsb. Saya merasa ingin juga melakukan hal yang sama, menuangkan ide dan gagasan yang saya miliki kedalam sebuah tulisan yang mudah dimengerti dan menarik bagi orang lain.

Namun, ada satu kendala yang saya alami yang sepertinya hampir sama dengan kendala-kendala yang sering dialami oleh penulis pemula lainnya. Yaitu sulitnya memulai menulis, bingung ketika harus memulai menulis, sehingga sering muncul pertanyaan di benak saya, “Apakah yang pertama kali harus saya tulis?” Sedankan ketika sudah memulai menulis, ternyata di tengah jalan saya mengalami kebuntuan dan mentok.

Setelah membaca berbagai artikel mengenai kiat sukses menulis, akhirnya saya menemukan rahasia terbesar dalam dunia penulisan. Hasil dari browsing di internet mengantarkan saya ke sebuah situs yang ternyata di asuh oleh seorang guru di bidang kepenulisan, yaitu Pak Jonru. Setelah saya obrak-abrik situs tersebut akhirnya ketemu juga rahasianya.

MULAILAH MENULIS DENGAN OTAK KANAN
Kenapa dikatakan demikian!
Otak kanan adalah otak yang penuh kreativitas, suka spontanitas, kebebasan sebebas –
bebasnya, dan tak peduli pada aturan apapun. Sementara otak kiri adalah otak yang
suka menganalisis, berpikir, dan mempertimbangkan banyak hal.

Penyebab dari banyaknya orang mengalami kebingungan, seperti halnya yang pernah saya rasakan. Karena kita memulai menulis dengan otak kiri. Kita menulis dengan penuh pertimbangan dan analisis, sehingga tulisan kita tidak jadi-jadi. Bahkan bisa jadi tidak mulai-mulai.

Yang lebih parah, ketika otak kita dipenuhi oleh seabreg teori dan kiat penulisan yang menghantui otak kiri kita dan menggangu proses kreatif kita dalam menulis. Akibatnya, setiap kali ingin mulai menulis, sangat banyak pikiran, pertimbangan, dan analisis yang terus menghantui proses penulisan.

Sedangkan jika kita mulai menulis dengan menggunakan otak kanan, maka kita akan menulis dengan penuh kebebasan, semau-mau kita, sesuka-suka kita. Jangan pikirkan apapun kecuali satu hal: “Pokoknya tulisan saya ini harus selesai!”

Jika kita mulai menulis dengan otak kanan tersebut, maka itu merupakan langkah yang benar, karena proses menulis akan sangat lancar, dan tulisan kita bisa selesai dalam waktu singkat

Barulah setelah kita selesai menulis, kita bisa mengistirahatkan otak kanan kita. Saatnya beralih ke otak kiri. Biarkan dia bekerja, ingatlah seabreg teori tentang kiat kepenulisan yang pernah kita dapatkan.