mulailah sedikit demi sedikit konsep nasionalisme ini diterima, asalkan tidak bertentangan dengan Islam.
Category Archives: Menulis
Orasi Aksi Milad KAMMI 29 Maret 2014
PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA
Pembentukan Moral Melalui Sentuhan Nilai Agama
Dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.
Penyebab terjadinya krisis moral adalah :
Tuna Long Line
Balai mulkan. Tuna Long Line. http://balaimulkan.blogspot.com/2012/07/tuna-long-line.html. Diakses pada tanggal 19 april 2012
Kemampuan Memaknai
Kemampuan menulis adalah bagaimana kita bisa menuangkan apa yang ada di dalam pikiran kita kedalam sebuah tulisan yang dapat dipahami oleh orang lain yang membacanya. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika kita ingin menulis sesuatu tetapi kita merasa tidak ada hal menarik yang bisa diangkat menjadi sebuah tulisan.
Di saat seperti itulah, kita dituntut untuk mengerahkan kemampuan kita untuk bisa memaknai segala sesuatu yang telah kita alami atau kita lihat. Karena sebetulnya semua kejadian yang ada disekitar kita bisa dijadikan sebuah tulisan. Tetapi tergantung bagaimana kita bisa memaknai kejadian yang yang berada di sekitar kita.
Kemampuan memaknai ini bukanlah sebuah bakat yang dibawa dari lahir, tetapi kemampuan memaknai merupakan skill yang harus terus-menerus di gunakan. Ibarat sebuah pedang yang tidak pernah digunakan, lama kelamaan akan tumpul. Sebaliknya jika pedang tersebut semakin sering digunakan, maka ketajamannya akan terus terpelihara. Seperti itulah kemampuan memaknai sesuatu, semakin sering digunakan maka akan semakin lancar dan mudah kita memaknai segala hal.
Dalam membuat sebuah tulisan. Memaknai apa saja yang terjadi disekitar kita merupakan langkah awal, baru kemudian bagaimana kita menuangkannya kedalam sebuah tulisan yang baik.
Nah, menuangkan ide-ide kedalam sebuah tulisan juga bukan hal yang mudahdan membutuhkan pembahasan yang agak panjang. Oleh karena itu akan saya bahas di artikel selanjutnya. Untuk sementara kita latihan dulu memaknai segala hal yang terjadi di sekitar kita…
Semoga sukses, Penulis pemula bukan kutukan….!!!!
Belajar Menulis
Menjadi seorang penulis menjadi tujuan baru yang ingin saya capai ketika mulai menginjakkan kaki di bangku kuliah. Saya merasa ada yang kurang dalam diri saya selama ini. Ide-ide atau gagasan-gagasan yang ada di pikiran belum bisa atau sulit untuk saya tuangkan dalam sebuah tulisan.
Ketika saya membaca tulisan-tulisan orang lain di surat kabar, di portal online, dsb. Saya merasa ingin juga melakukan hal yang sama, menuangkan ide dan gagasan yang saya miliki kedalam sebuah tulisan yang mudah dimengerti dan menarik bagi orang lain.
Namun, ada satu kendala yang saya alami yang sepertinya hampir sama dengan kendala-kendala yang sering dialami oleh penulis pemula lainnya. Yaitu sulitnya memulai menulis, bingung ketika harus memulai menulis, sehingga sering muncul pertanyaan di benak saya, “Apakah yang pertama kali harus saya tulis?” Sedankan ketika sudah memulai menulis, ternyata di tengah jalan saya mengalami kebuntuan dan mentok.
Setelah membaca berbagai artikel mengenai kiat sukses menulis, akhirnya saya menemukan rahasia terbesar dalam dunia penulisan. Hasil dari browsing di internet mengantarkan saya ke sebuah situs yang ternyata di asuh oleh seorang guru di bidang kepenulisan, yaitu Pak Jonru. Setelah saya obrak-abrik situs tersebut akhirnya ketemu juga rahasianya.
MULAILAH MENULIS DENGAN OTAK KANAN
Kenapa dikatakan demikian!
Otak kanan adalah otak yang penuh kreativitas, suka spontanitas, kebebasan sebebas –
bebasnya, dan tak peduli pada aturan apapun. Sementara otak kiri adalah otak yang
suka menganalisis, berpikir, dan mempertimbangkan banyak hal.
Penyebab dari banyaknya orang mengalami kebingungan, seperti halnya yang pernah saya rasakan. Karena kita memulai menulis dengan otak kiri. Kita menulis dengan penuh pertimbangan dan analisis, sehingga tulisan kita tidak jadi-jadi. Bahkan bisa jadi tidak mulai-mulai.
Yang lebih parah, ketika otak kita dipenuhi oleh seabreg teori dan kiat penulisan yang menghantui otak kiri kita dan menggangu proses kreatif kita dalam menulis. Akibatnya, setiap kali ingin mulai menulis, sangat banyak pikiran, pertimbangan, dan analisis yang terus menghantui proses penulisan.
Sedangkan jika kita mulai menulis dengan menggunakan otak kanan, maka kita akan menulis dengan penuh kebebasan, semau-mau kita, sesuka-suka kita. Jangan pikirkan apapun kecuali satu hal: “Pokoknya tulisan saya ini harus selesai!”
Jika kita mulai menulis dengan otak kanan tersebut, maka itu merupakan langkah yang benar, karena proses menulis akan sangat lancar, dan tulisan kita bisa selesai dalam waktu singkat
Barulah setelah kita selesai menulis, kita bisa mengistirahatkan otak kanan kita. Saatnya beralih ke otak kiri. Biarkan dia bekerja, ingatlah seabreg teori tentang kiat kepenulisan yang pernah kita dapatkan.



