Category Archives: Catatan

NASIONALISME ISLAM

Adakah konsep nasionalisme di dalam Islam.? Islam dan nasionalisme merupakan dua buah hal yang saling berlawanan. Konsep nasionalisme yang diluncurkan oleh barat tidak compatible dengan Islam. Bukankah sejarah juga telah mencatat keruntuhan khilafah ustmaniyah salah satunya disebabkan karena muncul dan berkembangnya  spirit nasionalisme dikalangan bangsa arab yang ingin memisahkan diri dari bangsa Turki ustmani yang saat itu dianggap sebagai simbol kesatuan umat Islam seluruh dunia. Ide nasionalisme menghancurkan khilafah Islamiyah.
            Barat telah berhasil memecah-mecah negeri-negeri Islam menjadi Negara-negara yang mandiri. Namun, meski demikian kebanyakan kaum muslimin tetap punya perasaan sama bila kaum Muslim di luar negerinya dizhalimi. Banyak dari organisasi Islam yang berusaha menjayakan Islam di negerinya dan menjadikan negerinya Islami. Sehingga

mulailah sedikit demi sedikit konsep nasionalisme ini diterima, asalkan tidak bertentangan dengan Islam.

Yang menarik adalah mengamati pendapat tokoh Ikhwanul Muslimin –pergerakan Islam terbesar di dunia- Hasan Al-Banna sebagai orang pertama yang secara komprehensif dan sistematis membincangkan tentang nasionalisme dan Islam.
            Hasan Al-Banna membedakan antara konsep al-wathaniyah dan al-qawmiyah dalam menjelaskan arti kebangsaan. merestorasi konsepsi awal patriotisme dan nasionalisme yang Eropa sentris dan berwatak sekular menjadi konsep yang telah diisi pemahaman baru sesuai Islam dan dimanfaatkan untuk kebangkitan Islam. Dalam kaidah ushul fikih, Al-Banna melakukan apa yang dikenal dengan “memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik”. Unsur-unsur terbaik dari patriotisme atau nasionalisme diserap dan dirumuskan untuk menjadi alat perjungan kebangkitan Islam.
Lebih lanjut, Hasan Al-Banna menguraikan perspektif nasionalisme dalam Islam dengan menegaskan bahwa motif-motif ideal nasionalisme sepenuhnya relevan dengan doktrin-doktrin Islam. Pandangan Hasan Al-Banna tentang nasionalisme diantaranya adalah:
Pertama, Nasionalisme Kerinduan. Jika yang dimaksud dengan nasionalisme oleh para penyerunya adalah cinta tanah air dan keberpihakan padanya dan kerinduan yang terus menggebu terhadapnya, maka hal itu sebenarnya sudah tertanam dalam fitrah manusia. Lebih dari itu Islam juga menganjurkan yang demikian.
Kedua, Nasionalisme Kehormatan dan kebebasan, yaitu nasionalisme dalam bentuk keharusan berjuang membebaskan tanah air dari cengkeraman imperialisme, mananamkan makna kehormatan dan kebebasan dalam jiwa putera-putera bangsa, maka kitapun sepakat tentang itu. Islam telah menegaskan perintah itu dengan setegas-tegasnya.
Ketiga, Nasionalisme Kemasyarakatakan. Yaitu nasionalisme dalam rangka memperkuat ikatan kekeluargaan antara anggota masyarakat atau warganegara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama. Islam bahkan menganggap itu sebagai sebuah kewajiban. Lihatlah bagaimana Rasullalah saw bersabda, “Dan jadilah kalian hamba-hamba allah yang bersaudara.” (Al-Hadist)
Tidaklah seorang manusia dianggap sempurna kecuali memiliki rasa cinta terhadap negerinya, rindu kepadanya, berjuang dengan jiwa dan hartanya untuk membelanya, bahkan berusaha mengerahkan seluruh potensi untuk menjaga kemuliaan dan kemenangannya.
Ketika kecintaan kepada negeri dilandasi karena Allah. Lingkupnya akan menjadi lebih luas mencakup semua tanah kaum muslimin, sehingga membela mreka menjadi kewajiban dan menolong mereka adalah keharusan.
Nabi saw memberikan contoh yang menakjubkan terkait cinta kepada negeri sendiri, loyal kepadanya dan rindu terhadapnya, pada saat hijrah dari mekkah setelah terasa sempit jalan-jalan dakwah, kemudian beliau bersabda. “Demi Allah, Engkau adalah tempat (bumi) yang paling aku cintai sekiranya pendudukmu tidak mengusirku, maka aku tidak akan keluar darimu”.
Yang membedakan Islam dengan nasionalis sempit adalah batasan nasionalisme bagi Islam ditentukan oleh basis iman, bukan territorial wilayah negara dan bata-batas geografis. Bagi Islam, setiap jengkal tanah di bumi ini dimana di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan La ilaha illallah, maka itulah tanah air Islam. Wajib bagi seorang muslim menghormatinya serta berjuang dengan tulus demi kebaikannya. Setiap muslim turut merasakan apa yang mereka rasakan dan memikirkan kepentingan-kepentingan mereka.

Islam sepakat dengan konsep nasionalisme dalam semua maknanya yang baik dan dapat mendatangkan manfaat bagi manusia dan tanah airnya. Sehingga jelaslah bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah sesuatu yang bertentangan. Ide nasionalisme dengan slogan dan yel-yelya, tidak lebih dari kenyataan bahwa nasionalisme merupakan bagian sangat kecil dari keseluruhan ajaran Islam yang agung.

Orasi Aksi Milad KAMMI 29 Maret 2014

Kawan-kawan sekalian, peserta aksi milad KAMMI ke-XVI. Tidak kurang 10 hari lagi kita akan melaksanakan sebuah pesta demokrasi akbar yang akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepannya. Kita ketahui bersama bahwasanya pemilu merupakan cara paling aman dan konstitusional dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apakah pemilu ini benar-benar bisa menyelesaika persoalan bangsa…???
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, Ada satu hal terlebih dahulu ingin saya sampaikan, saya menghimbau kepada seluruh partai politik peserta pemilu, ketika melakukan perekrutan bakal caleg, lakukan dengan cara yang ketat sesuai dengan visi misi yang partai perjuangkan. Jangan semata-mata karena  si bakal caleg punya modal yang besar lantas diloloskan dalam penjaringan. Lakukanlah penjaringan yang betul dan baik. Dengan sumber informasi yang serba terbatas, kasihan masyarakat yang harus mencari, mengenal, dan mempelajari caleg-caleg yang bakal dipilih, ada ratusan nama caleg.

Kawan-kawan sekalian. Jika kita semua yakin bahwa bangsa ini benar-benar sedang sakit, maka saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bangkit mengobatinya. Saya katakan, bahwa pemilu tanggal 9 April nanti merupakan momentum yang dapat kita jadikan sebagai titik tolak untuk perbaikan bangsa ini. Pemilu bisa berarti baik dan bisa berarti buruk, tergantung bagaimana kita memikirkannya dan melaksanakannya. Pemilu bisa berarti baik ketika kita memilih orang-orang yang benar-benar memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kebijksanaan dalam menentukan aturan. Kita harus paham bahwa orang-orang yang akan kita pilih adalah orang-orang yang memang mengetahui dan memahami fungsinya sebagai lesgislatif, ada tiga fungsi anggota legislatif yaitu fungsi legislasi itu sendiri (menyusun undang-undang), fungsi pengawasan, dan fungsi anggaran. Dari ketiga fungsi itu sudah sangat jelas kompetensi seperti apa yang harus dimiliki, para caleg yang memiliki kemampuan memahami hukum, memahami ekonomi keuangan, memahami statistik, dan memahami bahasa komunikasi untuk menjalankan fungsinya denga baik. Kita jangan memilih calon legislative ibarat memilih kucing dalam karung, orang yang kita pilih tidak berdasarkan integritas dan kompetensinya, tetapi sekedar karena kedekatan kekerabatan, atau lebih parahnya lagi kita memilih caleg karena sekedar selembar uang 50.000.
Oleh sebab itu kawan-kawan sekalian sekali lagi kenali calon yang akan kita pilih dengan baik, bangsa ini masih dapat kita perbaiki. Satu suara untuk memilih caleg yang berkualitas sama dengan satu membangun anak tangga menuju Indonesia yang lebih baik.

BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN…!!!

PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA

           Pendidikan politik adalah segala sesuatu kegiatan yang berkaitan dengan urusan yang menyangkut kepentingan dari sekelompok masyarakat (negara) guna mengetahui hak-hak dan kewajibannya. Pendidikan politik mengajarkan masyarakat untuk lebih mengenal sistem politik negaranya. Dapat dikatakan bahwa pebdidikan politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Melalui proses pendidikan politik inilah para anggota masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyarakat.
Dengan adanya pendidikan politik diharapkan setiap individu dapat mengenal dan memahami nilai-nilai ideal yang terkandung dalam sistem politik yang sedang diterapkan. Kemudian, dengan adanya pendidikan politik setiap individu tidak hanya sekedar tahu saja tapi juga lebih jauh dapat menjadi seorang warga negara yang memiliki kesadaran politik untuk mampu mengemban tanggung jawab yang ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap dan peningkatan kadar partisipasi dalam dunia politik.

Di tahun 2014 ini, Indonesia akan menggelar pesta demokrasi. Pada tanggal 9 April 2014 nanti, masyarakat Indonesia akan memilih secara langsung wakilnya di parlemen untuk periode jabatan 2014-2018. Kemudian di bulan juli mendatang, masyarakat Indonesia kembali akan menyalurkan hak pilihnya dengan memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2018.
Dari data yang dirilis Komisi Pemiliha Umum (KPU), jumlah pemilih yang terdaftar pada Daftar Pemilh Tetap (DPT) pemilu 2014 berjumlah 186.612.255 penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut 20-30% adalah pemilh pemula. Pemlih pemula adalah kelompok muda yang baru pertama kali akan menggunakan hal pilihnya dalam pemilu. Pemilih pemula ini terdiri dari mahasiswa dan siswa SMA yang telah memenuhi syarat yaitu berusia minimal 17 tahun.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, penduduk berusia 15-19 tahun berjumlah 20.871.086 orang, penduduk berusia 20-24 tahun berjumlah 19.878.417 orang. Dengan demikian jumlah pemilih muda sebanyak 40.749.503 orang. Dalam pemilu, jumlah tersebut sangat besar dan jika disatukan dalam sebuah partai, maka bisa menentukan kemenangan partai politik atau kandidat yang berkompetisi dalam pemilu.
Secara karakteristik, pemilih pemula memiliki perbedaan dengan pemilih tua. Pemilih pemula cenderung kritis dan mandiri dalam menentukan pilihannya. Mereka memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional, misalnya karena integritas moral tokoh yang dicalonkan partai politik, track record-nya, program kerja yang ditawarkan, atau  pun platform partai politik yang mengusung caleg tersebut. Secara sederhana, karakteristik seperti ini yang kemudian diharapkan dapat tumbuh dan kemudian membangun komunitas pemilih cerdas dalam pemilu tahun ini.
Namun demikian, pemilih pemula masih perlu untuk mengetahui dan memahami berbagai hal terkait pemilu, antara lain untuk apa pemilu ini diadakan, seperti apa tahapan-tahapannya, siapa saja yang boleh memilih, bagaimana cara menggunakan hak pilih, lembaga yang menyelenggarakan pemilu dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang kemudian harus dicari jawaban-nya agar kemudian benar-benar terbangun komunitas pemilih cerdas dalam menentukan pilihan politik-nya.
Pertanyaan-pertanyaan ini juga muncul untuk menyadarkan kepada pemilih pemula betapa berharganya suara mereka bagi proses politik di Negara ini. Walau pun hanya satu suara, namun dengan satu suara itu dapat menentukan arah perjalanan bangsa ini lima tahun kedepan. Agar tidak ada lagi pemilih pemula yang tidak mau berpartisipasi dalam pemilu dan memilih ikut-ikutan tidak mau menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (golput).
Oleh karena itu, penting bagi pemilih pemula untuk mendapatkan pendidikan politik. Tujuannya agar pemilih pemula benar-benar memahami segala sesuatu yang terkait dengan proses pemilu, dan harapan-nya terbentuk pemilih cerdas yakni pemilih yang sadar menggunakan hak pilihnya dan dapat memilih wakil yang berkualitas di parlemen demi perbaikan masa depan bangsa dan Negara.
SALAM PEMILIH PEMULA…

BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN…

Pembentukan Moral Melalui Sentuhan Nilai Agama

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Krisis moral dan kepribadian menjadi fenomena yang terjadi dalam kehidupan kita.. Penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tersebarnya tempat-tempat maksiat dan penyimpangan-penyimpangan perilaku lainnya menghiasi kehidupan kita. Sampai saat ini, upaya-upaya telah banyak dilakukan oleh banyak pihak, namun hasilnya masih jauh dari harapan. Namun upaya-upaya tersebut tidak harus ditiadakan atau dikurangi tetapi harus lebih ditingkatkan tetapi lebih simultan dan komprehensif.
      Seorang pemikir islam pernah mengutrakan hasil pengamatannya tentang kondisi umat islam saat ini. Salah satu fenomena yang terjadi adalah hilangnya kepribadian sitimewa dikalangan umat muslim. Seperti yang dikemukakan oleh Ihsan Tanjung (2001:X). Sebagai berikut
“Asy Syaikh Kamal Halbawy berpendapat bahwa di era globalosasi saat ini sebagian kaum muslimin tidak utuh dalam menampilkan kepribadian islam. Ada kelemahan dalam upaya melengkapi keseluruhan wilayah akhlak. Misalnya dalam wilayah kepribadian terkadang seorang muslim begitu concern terhadap akhlak kepada Allah, namun mengabaikan akhlah kepada sesame manusia. Sehingga apa yang ada pada masa dahulu menjadi keistimewaan kaum muslimin, maka hari ini sangat langkah ditemui di dalam dunia Islam”
1.2  Rumusan Masalah
1.      Seberapa penting pendidikan agama dalam membentuk moral seseorang?
2.      Bagaimana rusaknya moral anak bangsa saat ini yang tidak tersentuh dengan nilai-nilai agama.
3.      Bagaiaman membentuk akhlak dan perilaku Islam?
1.3  Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya pendidikan agama dan moral bagi bangsa ini, selain itu juga sebagai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia di semester dua.      
1.4  Metode Penelitian
Metode yang kami lakukan dalam penyusunan karya tulis ini merupakan metode kepustakaan yang  kami sadur dari buku-buku dan internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penyabab Terjadinya Krisis Moral
Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, Dunia kita telah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik kita adalah penipuan, dan bahasa social kita adalah pembunuan.

Dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.

Penyebab terjadinya krisis moral adalah :

1.      Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika.
2.      Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya.
3.      Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral.
4.      Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral
Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah, kembali kepada jalan islam. “Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 38)
2.2 Teori Keseimbangan Umar Bin Khattab
            Umar bin Khattab melihat bahwa suatu masyarakat akan kehilangan keseimbangannya jika gejala itu terjadi. Ada orang –orang shaleh yang lemah dan tertindas, da nada orang-orang jahat yang kuat dan perkasa. Yang pertama berarti kebaikan bertemu dengan kelemahan dan yang kedua berarti kejahatan bertemu dengan kekuatan.
            Karena itu Umar bin Khattab pernah berdoa: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan orang-orang bertakwa dan keperkasaan orang-orang jahat ”.
            Oleh sebab itu keseimbangan social menurut Umar Bin Khattab akan terjadi jika keshalehan bertemu dengan kekuatan dan kejahatan bertemu dengan kelemahan.
2.3 Tirani dan Keterasingan
            Bagaimana kita mengetahui bahwa suatu bangsa mengalami krisis moral? Dalam konteks ini kita dapat menyebut dua gejala; tirani dan keterasingan.
            Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilakuk social , dimana polarisasi kelompok terbagi menjadi dua yakni kelompok kuat yang tiran dan kelompok lemah yang menjadi objek tirani.

            Sementara itu, keterasingan menandai rusaknya hubungan social. Keterasingan berarti bahwa individu merasa sebagai orang asing dalam masyarakat. Ia hidup ditengah mereka namun tidak pernah merasakan kebersamaan dengan mereka. Lalu secara perlahan individu dan masyarakat terbelah dan terpecah. Dimana individu tidak lagi melihat masyarakat sebagai tempatnya melebur.
2.4 Jalan Terang Nilai-Nilai Islam
Manusia-manusia modern saat ini telah kehilangan cahaya kehidupan yang dapat membimbing mereka menuju keselamatan dan kebahagian dari semua yang mereka lakukan.
            Dunia kita ini telah gelap gulita. Dan hanya cahaya Allah yang dapat meneranginya kembali. Maka Allah berfirman;
            “… dan barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah , maka tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun juga.” (QS.24:40)
            Jalan keluar itu ada disini, kembali menempuh jalan Allah, ajaran Islam! Perbaiki akhlak dan kepribadian kita dengan perspektif Islam.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, Dunia kita telah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik kita adalah penipuan, dan bahasa social kita adalah pembunuhan.
Namun semua persoalan yang terjadi tersebut ada jalan keluarnya, dengan kembali menempuh jalan Allah, ajaran Islam. Karena dengan kembali ke ajaran Islam, maka Allah akan menerangi kehidupan kita yang sebelumnya gelap gulita.
3.2  Saran
Dengan menanamkan wawasan keislaman kepada diri kita, maka akhlak terpuji akan hadir dengan sendirinya di dalam setiap langkah hidup kita, akan menjauhkan diri kita dari akhlak-akhlak tercela, dan akan membentuk kepribadian islam yang dapat memperbaiki keseimbangan sosial
DAFTAR PUSTAKA
Artikel Non-Personal. 2012. Pendidikan Agama Membangun Moral. http://www.scribd.com/doc/72511469/Pendidikan-Agama-Membangun-Moral(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)
Matta, Anis. 2001. Membentuk Karakter Muslim. Jakarta: Shout Al-Haq Press.
Musthava. 2012. Agama Dan Dekadensi Moral. http://mushthava.blogspot.com/2012/02/agama-dan-dekadensi-moral.html(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)
Sang Pencari Ilmu. 2011. Membentuk Karakter Muslim. file:///E:/moral/Saung%20Pencari%20Ilmu%20-%20Membentuk%20Karakter%20Muslim.htm(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)

Menyusuri Jejak Kegemilangan Islam

Ketika memulai tulisan ini, penulis mendapatkan satu pertanyaan yang sangat menghantui penulis. Pertanyaan ini muncul dan timbul menjadi menjadi semakin besar ketika satu persatu fakta yang didapatkan menggambarkan betapa besarnya sejarah yang dimiliki umat islam. Para pengembara agung yang menyebar diseluruh dunia islam meninggalkan jejak yang yang sangat mulia dalam takaran peradaban. Ilmu, keshalihan, serta kearifan mereka membuat kita berdecak kagumsekaligus merasa tidak berdaya.

Kemudian timbul pertanyaan baru, “Apakah Islam hanya gemilang dan cemerlang pada masa lalu?” Apakah kita hanya mampu dan bisa mengagumi masa lalu? Tentang kegagahan, kebesaran, dan tentang keagungan peradaban yang berhasilan dibangun oleh umat islam terdahulu.

Hari ini nyaris kita tidak bisa membanggakan apapun tentang islam dalam komunitas kaum Muslimin. Politik Islam hari ini, tak ada yang bisa kita jadikan kiblat. Ekonomi Islam hari ini, tidak ada yang bisa dijadikan referensi. Intelektualitas Islam hari ini, terkungkung hanya membanggakan masa lalu. Umatnya lemah, baik daya tawar dan juga posisinya. Apakah Islam telah berubah?

Sebenarnya bukan Islam yang berubah menjadi rendah. Islam, insa Allah tetapu tinggi dan mulia. Lalu siapa yang berubah kualitasnya?

Mungkin kita. Kaum muslimin yang mengaku dan memeluk Islam. Kualitas kita yang berubah menjadi rendah. Kita tidak lagi seperti orang-orang dahulu, yang dengan tunduk dan patuh melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan utuh. Kita memiliki berjuta pertanyaan yang diajukan bukan membuat kita untuk semakin yakin, malah sebaliknya sebagai cara untuk menghindar.

Apakah kita hanya mampu berbangga dengan masa lalu? Jika hari ini kaum Muslimin berada di pinggir jurang yang cukup mengancam, lalu bagaimana dengan masa depan kaum Muslimin nanti? Apakah lebih buruk dari hari ini, atau mulai menemukan setitik cahaya?

Dengan semangat mencari motivasi, seharusnya masa depan jauh lebih terang dari sekarang. Itu juga yang menjadi alasan kami untuk mencari dan menggambarkan kepada kaum Muslimin tentang pijakan sejarah yang kita miliki. Agar mampu menatap dan membangun masa depan yang lebih baik mulai dari sekarang.

Sebab, kata orang-orang bijak, siapa yang memiliki sejarah maka dia akan memiliki masa depan yang cearah. Semakin kita kebelakang menelusuri kegemilangan sejarah Islam, maka semakin cemerlang cahaya yang kita temukan. Tugas kita hari ini adalah, bagaimana membawa cahaya itu ke waktu sekarang. Agat bisa menerangi hari kita dan menjadi bekal di esok hari. Insya Allah.

Sebagian dikutip dari majalah Sabili No. 13 Th XVI 15 Januari 2009/18 Muharram 14 30

Menulis Essai

Bagaimana Cara Menulis Essai?
Sebelum membuat essay, ada baiknya kita membuat pertanyaan mengenai suatu topik. Setelah itu kita bisa menggali jawaban-jawaban yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. Dari jawaban tersebut, kita bisa menarik sebuah kata kunci yang kemudian kita bisa analisis untuk membuat sebuah tulisan yang baik.

Bagaimana Jika Kita Tidak Bisa Menganalisis Kata Kunci Secara Mendalam?
Disinilah kita perlu membaca. Bacalah semua hal yang berhubungan dengan kata kunci yang telah kita buat. Kita bisa membaca berulang-ulang agar mampu memahami sebuah topik yang ingin kita angkat sehingga bisa mengembangkan argumen untuk menjawab pertanyaan yang telah kita buat sebelumnya.

Ketika memilih bacaan, hendaknya kita berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah topik ini berhubungan dengan topik yang saya pilih?
  • Apakah bacaan ini mendukung jawaban saya atas pertanyaan yang telah saya pilih?
  • Apakah bacaan ini dapat mengembangkan argumen-argumen saya?

Apa Yang Harus Kita lakukan Setelah Membaca?

Setelah kita merumuskan sebuah pertanyaan mengenai suatu topik. Kita dapat mencari jawabannya dengan membaca. Saat membaca, kita harus selalu membiasakan diri untuk mencatat point-point penting yang bisa diambil untuk mendukung topik yang telah kita pilih.

Karena tidak semua orang memiliki ingatan yang kuat atas bacaannya, maka opsi mencatat secara tertulis sangat dianjurkan agar tidak kehilangan point-point penting.

Menyusun Ide dan Mulai Menulis Essay!

Kita telah memiliki sebuah pertanyaan mengenai suatu topik yang telah kita pilih. Kita telah mencatat point-point penting yang bisa mendukung argumen kita untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Selanjutnya kita harus mulai menyusun catatan-catatan tadi kedalam suatu bentuk jawaban. Putuskan point-point mana saja yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan tadi. KIta harus mengkaji ulang catatan dan menentukan poitn mana yang akan dibahas lebih dulu.

Kita bisa membuat sebuah kerangka sederhana agar lebih efektif dalam mengkomunikasikan jawaban dan ide-ide yang telah kita dapatkan. Kerangka sederhana itu meliputi:

  • Pendahuluan, menceritakan secara singkat mengenai ide jawaban dan pertanyaan yang telah kita persiapkan.
  • Isi, yaitu bagian diamana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah kita buat dengan menggunakan argumen-argumen yang telah kita kembangkan.
  • Kesimpulan, yakni fase dimana kita menunjukkan bahwa kita telah menjawab pertanyaan yang telah kita buat. Jangan pernah memasukkan informasi atau argumen baru diluar isi yang telah kita buat.

Setelah uraian diatas sudah dipahami, sekarang saatnya mulai menulis….

Menmbangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa Perikanan dan Kelautan

BAB I

PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

Perguruan tinggi di Indoensia baik negeri maupun swasta bisa menjadi pabrik penghasil pengangguran khususnya pengangguran muda yang terdidik. Karena diperkirakan ada sekitar 600 ribu lulusan perguruan tinggi yang menganggur (survey 2009-2011), hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa indonesia sudah kelebihan pasokan pencari kerja dan kekurangan pasokan pencipta kerja.

Sangat ironis ketika kita mengingat bahwa Indonesia adalah negara khatulistiwa dengan kekayaan alam yang melimpah khususnya di bidang perikanan dan kelautan. Meskipun memiliki kekayaan alam sangat melimpah, namun rakyat kita belum bisa memanfaatkan secara maksimal potensi tersebut demi memenuhi kebutuhannya. Ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomis yang besar tidak berpihak kepada siapa yang memiliki kekayaan alam tersebut, tetapi nilai ekonomis yang terbesar memihak kepada siapa yang mampu memasarkan produk kepada pasar dengan nilai yang tinggi.

Pendidikan yang terjadi diseluruh dunia pada dasarnya membangun manusia-manusia pekerja. Sumber daya manusia yang kaya dengan ragam potensi telah berhasil kita masukkan dalam cetakan yang seragam yaitu dibentuk untuk jadi “pencari kerja”. Strategi ini tidak salah bila industri terus bertumbuh secepat pasokan tenaga kerja dan kemajuan teknologi berpihak penuh pada kaum pekerja. Namun yang terjadi di Indonesia saat ini pertumbuhan pasokan industri untuk menampung para pencari kerja kalah cepat oleh ketersediaan jumlah pencari kerja atau dalam hal ini lulusan perguruan tinggi.

Karena pola pikir masyarakat saat ini menganggap bekerja itu ketika menjadi pegawai negeri, sedangkan jumlah pegawai negeri di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak, sehingga dibutuhkan alternatif lain yang lebih ideal untuk memecahkan masalah pengangguran tersebut. Maka secepatnya sistem pendidikan di perguruan tinggi harus dirubah. Langkah yang tepat adalah dengan menanamkan dan membangun jiwa entrepreneurship di dalam diri para mahasiswa.

Pembelajaran entrepreneurship bukan hanya akan menghasilkan manusia-manusia masa depan yang dapat bebas dari kemiskinan tetapi juga sebagai sumber-sumber kesejahteraan masyarakat yang dapat kita andalkan.Dari kegiatan entrepreneurship dapat kita harapkan lapangan pekerjaan baru.

Pendidikan entrepreneurship adalah senjata penghancur massal untuk pengangguran dan kemiskinan sekaligus jadi tangga menuju impian setiap masyarakat untuk mandiri secara finansial, memiliki kemampuan membangun kemakmuran individu dan sekaligus ikut membangun kesejahteraan masyarakat.

I. II. Tujuan

  1. Menumbuhkan dan menanamkan jiwa wirausaha kepada mahasiswa.

  2. Mengatahui potensi-potensi yang dapat di kembangkan, khususnya di bidang perikanan dan kelautan.

  3. Mengetahui hambatan-hambatan yang dapat ditemui seorang mahasiswa sebagai entrepreneur.

BAB II

PEMBAHASAN

Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa entrepreneurship pada diri mahasiswa perikanan dan kelautan dapat dilakukan dengan memberikan stimulus berupa hal-hal yang dia senangi atau yang hal-hal yang berada disekelilingnya setiap hari. Mahasiswa perikanan dan kelautan sebenarnya tidaklah sulit untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dalam dirinya.

Ada beberapa faktor yang bisa memacu seorang mahasiswa perikanan dan kelautan untuk menciptakan suatu usaha, yaitu dilihat dari kedudukannya sebagai seorang “mahasiswa” yang tentunya juga masih bergantung dan membutuhkan subsidi dari orang tua, sehingga ada motivasi untuk mendorongnya melakukan suatu usaha untuk memperoleh pemasukan secara mandiri untuk mengurangi membebani orang tua.

Faktor selanjutnya jika dilihat dari kedudukannya sebagai ‘mahasiswa perikanan dan kelautan’. seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Indonesia merupakan negara khatulistiwa dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah khususnya di bidang kelautan dan perikanan, Potensi alam ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mebuat suatu kegiatan wirausaha kecil-kecilan, misalnya membuat suatu usaha pengolahan hasil perikanan, objek parwisata, perhiasan dari biota laut, penangkpan, pembudidayaan, konversi energi dari laut misalnya ombak dan pasang surut air laut, dsb. Namun tidak menutup kemungkinan seorang mahasiswa perikanan dan kelautan membuat suatu kegiatan wirausaha berbasis apa yang ia sukai atau senangi.

  1. I. Potensi Yang Dapat Di Kembangkan

Banyak potensi yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa untuk menjadi seorang entrepreneur, yaitu potensi yang berada dalam diri manusia dan potensi yang berada di luar dapat dapat dimanfaatkan.

a. Potensi yang berada di dalam diri,

Potensi yang berada dalma diri manusia yaitu pontensi yang sudah tersimpan dalam diri kita namun belum kita sadari sepenuhnya sehingga perlu digali. Tidak banyak memang orang yang mampu menggali potensi dirinya sendiri. Kita tidak mengetahui jika kita memilki potensi yang besar untuk mengambangkan karier ataupun kesuksesan hidup kita sendiri.

Tirai yang menghalangi kesadaran untuk menggali dan mengembangkan potensi sudah seharusnya disingkirkan. Kita harus mampu mencapai puncak keinginan dengan mengenali dan mengembangkan potensi yang kita miliki. Jangan hanya menunggu rejeki nomplok, jangan hnya berdoa tanpa berusaha, karena itu hanya akan membuat kita menjadi orang yang malas.

Sebenarnya, jika kita telah mengetahui watak dan karakter diri, maka akan sangat mudah untuk menggali potensi yang kita miliki. Ibarat mencari harta karun, kalau kita sudah mengetahui peta dan medannya, maka kita pun tinggal mencari dan menggalinya.

Jika kita sudah memiliki watak dan karakter sebagai seorang wirausaha, maka akan sangat mudah untuk menggali potensi-potensi lainnya yang dapat mendukung watak dan karakter kita sebagai seorang entrepreneur, yaitu:

a. Kemauan untuk bekerja keras (capacity for hard work)

b. Kepandaian berkomunikasi (ability to communicate)

c. Keyakinan (self confidence)

d. Kerjasama

e. Hasrat untuk maju (Ambition drive)

f. Penampilan yang baik (good appearance)

g. Kemauan untuk belajar (college education)

h. Pandai membuat keputusan (making soud decision)

Potensi yang belum tergali merupakan sebuah harta karun, ketika sudah kita temukan kemudian dikembangkan maka akan menjadi sebuah “secret weapon” untuk mengembangkan karier dan kesuksesan hidup terutama bagi mahasiswa yang memiliki watak dan karakter entrepreneur.

b. Potensi yang berada di luar dan dapat dimanfaatkan.

Yang dimaksud potensi yang berada di luar dan dapat di manfaatkan adalah potensi sumberdaya alam yang kita miliki. Sumberdaya perikanan dan laut yang begitu besar harus dapat dimanfaatkan secara maksimal. Karena manfaat ekonomis yang besar tidak pernah berpihak kepada siapa yang memiliki kekayaan alam tersebut, tetapi nilai ekonomis yang terbesar memihak kepada siapa yang mampu memasarkan produk kepada pasar dengan nilai yang tinggi.

Dalam hal meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa khusunya dibidang perikanan dan kelautan, kegiatan yang akan dibuat tidak ditekankan pada kegiatan yang berskala besar, bisa membuat suatu kegiatan usaha yang berskala kecil atau rumahan. Sebagai contoh kegiatan pengolahan hasil perikanan, hasil-hasil perikanan merupakan bahan yang mudah busuk yang menyebabkan nilai jualnya cepat turun, sehingga dibutuhkan sebuah cara untuk meningkatkan nilai jual dari hasil perikanan tersebut salah satunya degan membuat produk baru, misalnya bakso ikan, nugget ikan, bandeng presto, otak-otak ikan, ikan sardine,dll.

Kegiatan wirausaha lain yang bisa dilakukan adalah membuat suatu kegiatan pembudidayaan ikan secara kecil-kecilan dalam hal ini budidaya ikan hias, misalnya pemeliharaan ikan cupang hias, ikan louhan, ikan arwana, dan ikan-ikan hias lainnya.

Sedengkan untuk memanfaatkan kondisi laut itu sendiri, mahasiswa dapat melakukan konversi energi dari ombak, pasang surut air laut, dan angin untuk menghasilkan energi lain. Misalnya menghasilkan energi listrik.

Masih sangat banyak potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh sebab itu kedepannya diharapkan semakin banyak potensi-potensi perikanan dan kelautan tersebut yang dapat dimanfaatkan sehingga semakin besar peluang untuk menghasilkan semakin banyak lapangan kerja.

I.II. Hambatan Yang Dialami

Hambatan-hambatan yang dialami oleh mahasiswa dalam melakukan kegiatan entrepreneur cukup beragam. Ada hambatan yang datangnya dari luar dan ada hambatan yang datangnya dari dalam.

a. Hambatan dari luar.

  1. Seringkali seorang mahasiswa atau pemuda yang hendak membuat suatu kegiatan wirausaha dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang tidak memilki pekerjaan tetap, sehingga tidak jarang menjadi kendala dan mematahkan semangat seseoran untuk berwirausaha.

  2. Pemerintah seringkali menghambat terbentuknya kegiatan wirausaha dengan kusutnya perudangan dan birokrasi yang terlalu berbeli-belit.

  3. Kurangnya wadah untuk menyalurkan minat berwirausaha mahasiswa.

  4. Sulitnya mencari pendanaan.

b. Hambatan dari dalam.

  1. Sikap mental yang tidak siap bersaing dalam bisnis.

  2. Sulitnya mengatur waktu bagi seorang mahasiswa.

BAB III

PENUTUP

III. I. Kesimpulan

Menanamkan jiwa wirausaha dalam diri mahasiswa perikanan dan kelautan dilakukan dengan memberikan rangsangan berupa hal-hal yang berada di sekitarnya, misalya hal-hal yang berkaitan dengan dunia perikanan dan kelautan, yang kita ketahui Indonesia memiliki potensi kekayaan alam perikanan dan kelautan yang begitu melimpah, sehingga besar peluang seorang mahasiswa perikanan dan kelautan untuk menghasilkan suatu kegiatan wirausaha walapun kegiatan yang berskala kecil-kecilan. Namun sayangnya masih banyak kendala yang sering dialami oleh mahasiswa ketikan hendak melakukan kegiatan wirausaha diantaranya adalah masalah kurangnya pendanaan, masih kurangnya wadah untuk menyalurkan keinginan berwirausaha, dan kurangnya perhatian dari pemerintah.

III. II. Saran

  1. Pemerintah merubah kurikulum dan menjadikan kewirausahaan sebagai salah satu pokok kajian yang harus diprioritaskan.

  2. Pemerintah sebaiknya memberikan kemudahan kepada mahasiswa untuk membentuk kegiatan wirausaha.

  3. Menambah wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan keinginan/minat berwirausahanya

Saya Bangga Menjadi Anak Perikanan (1)

Menjadi mahasiswa ternyata tidak semudah yang saya bayangkan ketika masih duduk di bangku SMA, untuk lulus ujian seleksi masuk saja membutuhkan perjuang yang sangat keras. Ujian SNMPTN tertulis misalnya, peseta ujian ada ribuan, namun yang diterima hanya ratusan. Oleh sebab itu saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin.

Masuk di Universitas Hasanuddin, alhamdulillah saya melalui jalur SNMPTN Undangan, dan berhasil lolos di pilihan ketiga Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP). Mungkin banyak orang diluar sana yang beranggapan bahwa perikanan itu adalah bidang profesi yang bisa dibilang medioker jika dibanding dengan bidang profesi lain yang lebih mempunyai nama selama ini di masyarakat. Banyak yang bertanya, “kenapa tidak pilih jurusan lain..???”, “sudah cocok dengan pilihan itu…???”
, “apakah kamu suka dengan pilihan itu….???”. Tetapi saya beranggapan bahwa saya tidak mungkin menjatuhkan pilhan pada perikanan kalau saya tidak menyukai bidang profesi tersebut, walaupun itu pada pilihan ketiga. Kemudian kembali muncul pertanyaan, “kenapa tidak coba SNMPTN tahun depan, mungkin bisa lolos di tempat yang lebih wah dari pada perikanan…!!!”. Lalu saya jawab lagi, siapa yang bisa menjamin kalau saya bisa lulus.

Saya sudah diterima di Perikanan, ini sudah cukup. Di perikanan saya akan mengabdikan diri, merupakan amanah yang sangat besar yang Allah berikan kepada saya menjadi seorang mahasiswa perikanan. Sebagai khalifah di bumi ini, begitu besar peran kita manusia untuk mengelola alam ini demi kelestariannya. Insya allah di perikanan begitu banyak potensi SDA perikanan yang butuh untuk di kelola oleh manusia-manusia yang terampil dan profesional guna menjaga kelestarian alam perikanan.

Intinya pilihlah sesuatu itu, sesuatu yang betul-betul kita sukai, jangan setengah hati dalam berproses karena hasilnya nanti tidak akan maksimal. Kemudian dimanapun kita berada/diterima/lulus, syukuri hal tersebut karena di tempat tersebut ada rahasia besar yang kita tidak ketahui, syukuri hal tersebut karena itu merupakan amanah yang Allah berikan untuk kita.

Renungan

Hidup Manusia itu Seperti Sebuah Buku..

Sampul Depan Adalah Tanggal Lahir,

Sampul Belakang Adalah Tanggal Kembali..

Tiap Lembarannya Adalah Hari-hari Dalam Hidup..

Ada Buku Yang Tebal, Ada Pula Buku Yang Tipis..

Hebatnya…….!!!

Seburuk Apapun Halaman Sebelumnya, Selalu Tersedia

Halaman Selanjutnya Yang Bersih, Baru & Tiada Cacat..

Seperti Halnya Dalam Hidup, Seburuk Apapun kemarin,

ALLAH Swt Selalu Menyediakan Hari Yang Baru Untuk

Kita, kesempatan Yang Baru Untuk Bisa Melakukan

Sesuatu Yang Benar Setiap Hari..

Memperbaiki Kesalahan & Melanjutkan Alur Cerita Yang

Sudah Ditetapkan-Nya..

^^ Selamat Berjuang Mengisi Lembar Demi Lembar

Dengan Semangat Kebaikan.^^

7 Keajaiban Razeki ( Pantaskan Diri )

Barusan selesai membaca satu bab dari buku mega bestseller Ippho Santosa, 7 Keajaiban Rezeki. Walaupun belum membaca seluruh buku tersebut, tetapi sudah banyak pelajaran yang dapat saya terima.

Pelajaran yang sangat berharga bagi saya yaitu memperbaiki diri, atau lebih tepatnya “MEMANTASKAN DIRI”. Siapapun pasti menginginkan pergaulan yang baik atau rejeki yg melimpah, termasuk saya dan Anda. Lalu, apa yg harus kita lakukan. Pertama2 memohon kepada Yg Maha Menilai. Kedua, memperbaiki diri. Inilah yg disebut menuntaskan diri di hadapan Yang Maha Menilai.

Maka yg harus kt lakukan adalah, Ibadah A kt tingkatkan, ibadah B kt lipatgandakan, ibadah C kt rutinkan (yang sebelumnya, jarang2), ibadah D kt rutinkan (yang sebelumnya, hampir tidak pernah). Insya Allah, hanya dalam waktu beberapa hari/minggu kita akan menemukan pergaulan yg baik/rejeki yg melimpah tersebut. Bukankah Allah telah berjanji, “Yang baik-baik untuk yang baik-baik, begitu pula sebaliknya”. (QS. Al-Baqarah: 26)

Sejenak, coba kita tanyakan pada diri kita masing2 dan renungkan:

  • Apa kita sudah betul2 memperbaiki diri…???
  • Apa kita sudah memantaskan diri di hadapan-Nya…???
  • Apa kita lebih sibuk memantaskan diri di depan manusia…??

Terkadang, kita menginginkan sesuatu yang lebih baik, tapi sayangnya, kita sendiri yang malas untuk memperbaiki diri. Kita sendiri yang malas untuk memantaskan diri.

Jadi, kata kuncinya yaitu perbaiki diri, pantaskan diri, luruskan niat hanya pada-Nya, dan berbaik sangka kepada-Nya.

Setelah membaca artikel ini, diharapkan dapat langsung kita praktekkan. Itu juga yang dipesankan si empunya buku, bahwa jangan melangkah dulu ke bab selanjutnya kalau belum di praktekkan…

Semoga bermanfaat

Wassalamu Alaikum Wr. Wb…..!!!

http://balaimulkan.blogspot.com/