mulailah sedikit demi sedikit konsep nasionalisme ini diterima, asalkan tidak bertentangan dengan Islam.
Category Archives: Catatan
Orasi Aksi Milad KAMMI 29 Maret 2014
PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA
Pembentukan Moral Melalui Sentuhan Nilai Agama
Dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.
Penyebab terjadinya krisis moral adalah :
Menyusuri Jejak Kegemilangan Islam
Ketika memulai tulisan ini, penulis mendapatkan satu pertanyaan yang sangat menghantui penulis. Pertanyaan ini muncul dan timbul menjadi menjadi semakin besar ketika satu persatu fakta yang didapatkan menggambarkan betapa besarnya sejarah yang dimiliki umat islam. Para pengembara agung yang menyebar diseluruh dunia islam meninggalkan jejak yang yang sangat mulia dalam takaran peradaban. Ilmu, keshalihan, serta kearifan mereka membuat kita berdecak kagumsekaligus merasa tidak berdaya.
Kemudian timbul pertanyaan baru, “Apakah Islam hanya gemilang dan cemerlang pada masa lalu?” Apakah kita hanya mampu dan bisa mengagumi masa lalu? Tentang kegagahan, kebesaran, dan tentang keagungan peradaban yang berhasilan dibangun oleh umat islam terdahulu.
Hari ini nyaris kita tidak bisa membanggakan apapun tentang islam dalam komunitas kaum Muslimin. Politik Islam hari ini, tak ada yang bisa kita jadikan kiblat. Ekonomi Islam hari ini, tidak ada yang bisa dijadikan referensi. Intelektualitas Islam hari ini, terkungkung hanya membanggakan masa lalu. Umatnya lemah, baik daya tawar dan juga posisinya. Apakah Islam telah berubah?
Sebenarnya bukan Islam yang berubah menjadi rendah. Islam, insa Allah tetapu tinggi dan mulia. Lalu siapa yang berubah kualitasnya?
Mungkin kita. Kaum muslimin yang mengaku dan memeluk Islam. Kualitas kita yang berubah menjadi rendah. Kita tidak lagi seperti orang-orang dahulu, yang dengan tunduk dan patuh melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan utuh. Kita memiliki berjuta pertanyaan yang diajukan bukan membuat kita untuk semakin yakin, malah sebaliknya sebagai cara untuk menghindar.
Apakah kita hanya mampu berbangga dengan masa lalu? Jika hari ini kaum Muslimin berada di pinggir jurang yang cukup mengancam, lalu bagaimana dengan masa depan kaum Muslimin nanti? Apakah lebih buruk dari hari ini, atau mulai menemukan setitik cahaya?
Dengan semangat mencari motivasi, seharusnya masa depan jauh lebih terang dari sekarang. Itu juga yang menjadi alasan kami untuk mencari dan menggambarkan kepada kaum Muslimin tentang pijakan sejarah yang kita miliki. Agar mampu menatap dan membangun masa depan yang lebih baik mulai dari sekarang.
Sebab, kata orang-orang bijak, siapa yang memiliki sejarah maka dia akan memiliki masa depan yang cearah. Semakin kita kebelakang menelusuri kegemilangan sejarah Islam, maka semakin cemerlang cahaya yang kita temukan. Tugas kita hari ini adalah, bagaimana membawa cahaya itu ke waktu sekarang. Agat bisa menerangi hari kita dan menjadi bekal di esok hari. Insya Allah.
Sebagian dikutip dari majalah Sabili No. 13 Th XVI 15 Januari 2009/18 Muharram 14 30
Menulis Essai
Bagaimana Cara Menulis Essai?
Sebelum membuat essay, ada baiknya kita membuat pertanyaan mengenai suatu topik. Setelah itu kita bisa menggali jawaban-jawaban yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. Dari jawaban tersebut, kita bisa menarik sebuah kata kunci yang kemudian kita bisa analisis untuk membuat sebuah tulisan yang baik.
Bagaimana Jika Kita Tidak Bisa Menganalisis Kata Kunci Secara Mendalam?
Disinilah kita perlu membaca. Bacalah semua hal yang berhubungan dengan kata kunci yang telah kita buat. Kita bisa membaca berulang-ulang agar mampu memahami sebuah topik yang ingin kita angkat sehingga bisa mengembangkan argumen untuk menjawab pertanyaan yang telah kita buat sebelumnya.
Ketika memilih bacaan, hendaknya kita berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah topik ini berhubungan dengan topik yang saya pilih?
- Apakah bacaan ini mendukung jawaban saya atas pertanyaan yang telah saya pilih?
- Apakah bacaan ini dapat mengembangkan argumen-argumen saya?
Apa Yang Harus Kita lakukan Setelah Membaca?
Setelah kita merumuskan sebuah pertanyaan mengenai suatu topik. Kita dapat mencari jawabannya dengan membaca. Saat membaca, kita harus selalu membiasakan diri untuk mencatat point-point penting yang bisa diambil untuk mendukung topik yang telah kita pilih.
Karena tidak semua orang memiliki ingatan yang kuat atas bacaannya, maka opsi mencatat secara tertulis sangat dianjurkan agar tidak kehilangan point-point penting.
Menyusun Ide dan Mulai Menulis Essay!
Kita telah memiliki sebuah pertanyaan mengenai suatu topik yang telah kita pilih. Kita telah mencatat point-point penting yang bisa mendukung argumen kita untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Selanjutnya kita harus mulai menyusun catatan-catatan tadi kedalam suatu bentuk jawaban. Putuskan point-point mana saja yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan tadi. KIta harus mengkaji ulang catatan dan menentukan poitn mana yang akan dibahas lebih dulu.
Kita bisa membuat sebuah kerangka sederhana agar lebih efektif dalam mengkomunikasikan jawaban dan ide-ide yang telah kita dapatkan. Kerangka sederhana itu meliputi:
- Pendahuluan, menceritakan secara singkat mengenai ide jawaban dan pertanyaan yang telah kita persiapkan.
- Isi, yaitu bagian diamana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah kita buat dengan menggunakan argumen-argumen yang telah kita kembangkan.
- Kesimpulan, yakni fase dimana kita menunjukkan bahwa kita telah menjawab pertanyaan yang telah kita buat. Jangan pernah memasukkan informasi atau argumen baru diluar isi yang telah kita buat.
Setelah uraian diatas sudah dipahami, sekarang saatnya mulai menulis….
Menmbangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa Perikanan dan Kelautan
BAB I
PENDAHULUAN
-
Latar Belakang
Perguruan tinggi di Indoensia baik negeri maupun swasta bisa menjadi pabrik penghasil pengangguran khususnya pengangguran muda yang terdidik. Karena diperkirakan ada sekitar 600 ribu lulusan perguruan tinggi yang menganggur (survey 2009-2011), hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa indonesia sudah kelebihan pasokan pencari kerja dan kekurangan pasokan pencipta kerja.
Sangat ironis ketika kita mengingat bahwa Indonesia adalah negara khatulistiwa dengan kekayaan alam yang melimpah khususnya di bidang perikanan dan kelautan. Meskipun memiliki kekayaan alam sangat melimpah, namun rakyat kita belum bisa memanfaatkan secara maksimal potensi tersebut demi memenuhi kebutuhannya. Ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomis yang besar tidak berpihak kepada siapa yang memiliki kekayaan alam tersebut, tetapi nilai ekonomis yang terbesar memihak kepada siapa yang mampu memasarkan produk kepada pasar dengan nilai yang tinggi.
Pendidikan yang terjadi diseluruh dunia pada dasarnya membangun manusia-manusia pekerja. Sumber daya manusia yang kaya dengan ragam potensi telah berhasil kita masukkan dalam cetakan yang seragam yaitu dibentuk untuk jadi “pencari kerja”. Strategi ini tidak salah bila industri terus bertumbuh secepat pasokan tenaga kerja dan kemajuan teknologi berpihak penuh pada kaum pekerja. Namun yang terjadi di Indonesia saat ini pertumbuhan pasokan industri untuk menampung para pencari kerja kalah cepat oleh ketersediaan jumlah pencari kerja atau dalam hal ini lulusan perguruan tinggi.
Karena pola pikir masyarakat saat ini menganggap bekerja itu ketika menjadi pegawai negeri, sedangkan jumlah pegawai negeri di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak, sehingga dibutuhkan alternatif lain yang lebih ideal untuk memecahkan masalah pengangguran tersebut. Maka secepatnya sistem pendidikan di perguruan tinggi harus dirubah. Langkah yang tepat adalah dengan menanamkan dan membangun jiwa entrepreneurship di dalam diri para mahasiswa.
Pembelajaran entrepreneurship bukan hanya akan menghasilkan manusia-manusia masa depan yang dapat bebas dari kemiskinan tetapi juga sebagai sumber-sumber kesejahteraan masyarakat yang dapat kita andalkan.Dari kegiatan entrepreneurship dapat kita harapkan lapangan pekerjaan baru.
Pendidikan entrepreneurship adalah senjata penghancur massal untuk pengangguran dan kemiskinan sekaligus jadi tangga menuju impian setiap masyarakat untuk mandiri secara finansial, memiliki kemampuan membangun kemakmuran individu dan sekaligus ikut membangun kesejahteraan masyarakat.
I. II. Tujuan
-
Menumbuhkan dan menanamkan jiwa wirausaha kepada mahasiswa.
-
Mengatahui potensi-potensi yang dapat di kembangkan, khususnya di bidang perikanan dan kelautan.
-
Mengetahui hambatan-hambatan yang dapat ditemui seorang mahasiswa sebagai entrepreneur.
BAB II
PEMBAHASAN
Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa entrepreneurship pada diri mahasiswa perikanan dan kelautan dapat dilakukan dengan memberikan stimulus berupa hal-hal yang dia senangi atau yang hal-hal yang berada disekelilingnya setiap hari. Mahasiswa perikanan dan kelautan sebenarnya tidaklah sulit untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dalam dirinya.
Ada beberapa faktor yang bisa memacu seorang mahasiswa perikanan dan kelautan untuk menciptakan suatu usaha, yaitu dilihat dari kedudukannya sebagai seorang “mahasiswa” yang tentunya juga masih bergantung dan membutuhkan subsidi dari orang tua, sehingga ada motivasi untuk mendorongnya melakukan suatu usaha untuk memperoleh pemasukan secara mandiri untuk mengurangi membebani orang tua.
Faktor selanjutnya jika dilihat dari kedudukannya sebagai ‘mahasiswa perikanan dan kelautan’. seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Indonesia merupakan negara khatulistiwa dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah khususnya di bidang kelautan dan perikanan, Potensi alam ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mebuat suatu kegiatan wirausaha kecil-kecilan, misalnya membuat suatu usaha pengolahan hasil perikanan, objek parwisata, perhiasan dari biota laut, penangkpan, pembudidayaan, konversi energi dari laut misalnya ombak dan pasang surut air laut, dsb. Namun tidak menutup kemungkinan seorang mahasiswa perikanan dan kelautan membuat suatu kegiatan wirausaha berbasis apa yang ia sukai atau senangi.
-
I. Potensi Yang Dapat Di Kembangkan
Banyak potensi yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa untuk menjadi seorang entrepreneur, yaitu potensi yang berada dalam diri manusia dan potensi yang berada di luar dapat dapat dimanfaatkan.
a. Potensi yang berada di dalam diri,
Potensi yang berada dalma diri manusia yaitu pontensi yang sudah tersimpan dalam diri kita namun belum kita sadari sepenuhnya sehingga perlu digali. Tidak banyak memang orang yang mampu menggali potensi dirinya sendiri. Kita tidak mengetahui jika kita memilki potensi yang besar untuk mengambangkan karier ataupun kesuksesan hidup kita sendiri.
Tirai yang menghalangi kesadaran untuk menggali dan mengembangkan potensi sudah seharusnya disingkirkan. Kita harus mampu mencapai puncak keinginan dengan mengenali dan mengembangkan potensi yang kita miliki. Jangan hanya menunggu rejeki nomplok, jangan hnya berdoa tanpa berusaha, karena itu hanya akan membuat kita menjadi orang yang malas.
Sebenarnya, jika kita telah mengetahui watak dan karakter diri, maka akan sangat mudah untuk menggali potensi yang kita miliki. Ibarat mencari harta karun, kalau kita sudah mengetahui peta dan medannya, maka kita pun tinggal mencari dan menggalinya.
Jika kita sudah memiliki watak dan karakter sebagai seorang wirausaha, maka akan sangat mudah untuk menggali potensi-potensi lainnya yang dapat mendukung watak dan karakter kita sebagai seorang entrepreneur, yaitu:
a. Kemauan untuk bekerja keras (capacity for hard work)
b. Kepandaian berkomunikasi (ability to communicate)
c. Keyakinan (self confidence)
d. Kerjasama
e. Hasrat untuk maju (Ambition drive)
f. Penampilan yang baik (good appearance)
g. Kemauan untuk belajar (college education)
h. Pandai membuat keputusan (making soud decision)
Potensi yang belum tergali merupakan sebuah harta karun, ketika sudah kita temukan kemudian dikembangkan maka akan menjadi sebuah “secret weapon” untuk mengembangkan karier dan kesuksesan hidup terutama bagi mahasiswa yang memiliki watak dan karakter entrepreneur.
b. Potensi yang berada di luar dan dapat dimanfaatkan.
Yang dimaksud potensi yang berada di luar dan dapat di manfaatkan adalah potensi sumberdaya alam yang kita miliki. Sumberdaya perikanan dan laut yang begitu besar harus dapat dimanfaatkan secara maksimal. Karena manfaat ekonomis yang besar tidak pernah berpihak kepada siapa yang memiliki kekayaan alam tersebut, tetapi nilai ekonomis yang terbesar memihak kepada siapa yang mampu memasarkan produk kepada pasar dengan nilai yang tinggi.
Dalam hal meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa khusunya dibidang perikanan dan kelautan, kegiatan yang akan dibuat tidak ditekankan pada kegiatan yang berskala besar, bisa membuat suatu kegiatan usaha yang berskala kecil atau rumahan. Sebagai contoh kegiatan pengolahan hasil perikanan, hasil-hasil perikanan merupakan bahan yang mudah busuk yang menyebabkan nilai jualnya cepat turun, sehingga dibutuhkan sebuah cara untuk meningkatkan nilai jual dari hasil perikanan tersebut salah satunya degan membuat produk baru, misalnya bakso ikan, nugget ikan, bandeng presto, otak-otak ikan, ikan sardine,dll.
Kegiatan wirausaha lain yang bisa dilakukan adalah membuat suatu kegiatan pembudidayaan ikan secara kecil-kecilan dalam hal ini budidaya ikan hias, misalnya pemeliharaan ikan cupang hias, ikan louhan, ikan arwana, dan ikan-ikan hias lainnya.
Sedengkan untuk memanfaatkan kondisi laut itu sendiri, mahasiswa dapat melakukan konversi energi dari ombak, pasang surut air laut, dan angin untuk menghasilkan energi lain. Misalnya menghasilkan energi listrik.
Masih sangat banyak potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh sebab itu kedepannya diharapkan semakin banyak potensi-potensi perikanan dan kelautan tersebut yang dapat dimanfaatkan sehingga semakin besar peluang untuk menghasilkan semakin banyak lapangan kerja.
I.II. Hambatan Yang Dialami
Hambatan-hambatan yang dialami oleh mahasiswa dalam melakukan kegiatan entrepreneur cukup beragam. Ada hambatan yang datangnya dari luar dan ada hambatan yang datangnya dari dalam.
a. Hambatan dari luar.
-
Seringkali seorang mahasiswa atau pemuda yang hendak membuat suatu kegiatan wirausaha dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang tidak memilki pekerjaan tetap, sehingga tidak jarang menjadi kendala dan mematahkan semangat seseoran untuk berwirausaha.
-
Pemerintah seringkali menghambat terbentuknya kegiatan wirausaha dengan kusutnya perudangan dan birokrasi yang terlalu berbeli-belit.
-
Kurangnya wadah untuk menyalurkan minat berwirausaha mahasiswa.
-
Sulitnya mencari pendanaan.
b. Hambatan dari dalam.
-
Sikap mental yang tidak siap bersaing dalam bisnis.
-
Sulitnya mengatur waktu bagi seorang mahasiswa.
BAB III
PENUTUP
III. I. Kesimpulan
Menanamkan jiwa wirausaha dalam diri mahasiswa perikanan dan kelautan dilakukan dengan memberikan rangsangan berupa hal-hal yang berada di sekitarnya, misalya hal-hal yang berkaitan dengan dunia perikanan dan kelautan, yang kita ketahui Indonesia memiliki potensi kekayaan alam perikanan dan kelautan yang begitu melimpah, sehingga besar peluang seorang mahasiswa perikanan dan kelautan untuk menghasilkan suatu kegiatan wirausaha walapun kegiatan yang berskala kecil-kecilan. Namun sayangnya masih banyak kendala yang sering dialami oleh mahasiswa ketikan hendak melakukan kegiatan wirausaha diantaranya adalah masalah kurangnya pendanaan, masih kurangnya wadah untuk menyalurkan keinginan berwirausaha, dan kurangnya perhatian dari pemerintah.
III. II. Saran
-
Pemerintah merubah kurikulum dan menjadikan kewirausahaan sebagai salah satu pokok kajian yang harus diprioritaskan.
-
Pemerintah sebaiknya memberikan kemudahan kepada mahasiswa untuk membentuk kegiatan wirausaha.
-
Menambah wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan keinginan/minat berwirausahanya
Saya Bangga Menjadi Anak Perikanan (1)
Menjadi mahasiswa ternyata tidak semudah yang saya bayangkan ketika masih duduk di bangku SMA, untuk lulus ujian seleksi masuk saja membutuhkan perjuang yang sangat keras. Ujian SNMPTN tertulis misalnya, peseta ujian ada ribuan, namun yang diterima hanya ratusan. Oleh sebab itu saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin.
Masuk di Universitas Hasanuddin, alhamdulillah saya melalui jalur SNMPTN Undangan, dan berhasil lolos di pilihan ketiga Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP). Mungkin banyak orang diluar sana yang beranggapan bahwa perikanan itu adalah bidang profesi yang bisa dibilang medioker jika dibanding dengan bidang profesi lain yang lebih mempunyai nama selama ini di masyarakat. Banyak yang bertanya, “kenapa tidak pilih jurusan lain..???”, “sudah cocok dengan pilihan itu…???”
, “apakah kamu suka dengan pilihan itu….???”. Tetapi saya beranggapan bahwa saya tidak mungkin menjatuhkan pilhan pada perikanan kalau saya tidak menyukai bidang profesi tersebut, walaupun itu pada pilihan ketiga. Kemudian kembali muncul pertanyaan, “kenapa tidak coba SNMPTN tahun depan, mungkin bisa lolos di tempat yang lebih wah dari pada perikanan…!!!”. Lalu saya jawab lagi, siapa yang bisa menjamin kalau saya bisa lulus.
Saya sudah diterima di Perikanan, ini sudah cukup. Di perikanan saya akan mengabdikan diri, merupakan amanah yang sangat besar yang Allah berikan kepada saya menjadi seorang mahasiswa perikanan. Sebagai khalifah di bumi ini, begitu besar peran kita manusia untuk mengelola alam ini demi kelestariannya. Insya allah di perikanan begitu banyak potensi SDA perikanan yang butuh untuk di kelola oleh manusia-manusia yang terampil dan profesional guna menjaga kelestarian alam perikanan.
Intinya pilihlah sesuatu itu, sesuatu yang betul-betul kita sukai, jangan setengah hati dalam berproses karena hasilnya nanti tidak akan maksimal. Kemudian dimanapun kita berada/diterima/lulus, syukuri hal tersebut karena di tempat tersebut ada rahasia besar yang kita tidak ketahui, syukuri hal tersebut karena itu merupakan amanah yang Allah berikan untuk kita.
Renungan
Hidup Manusia itu Seperti Sebuah Buku..
Sampul Depan Adalah Tanggal Lahir,
Sampul Belakang Adalah Tanggal Kembali..
Tiap Lembarannya Adalah Hari-hari Dalam Hidup..
Ada Buku Yang Tebal, Ada Pula Buku Yang Tipis..
Hebatnya…….!!!
Seburuk Apapun Halaman Sebelumnya, Selalu Tersedia
Halaman Selanjutnya Yang Bersih, Baru & Tiada Cacat..
Seperti Halnya Dalam Hidup, Seburuk Apapun kemarin,
ALLAH Swt Selalu Menyediakan Hari Yang Baru Untuk
Kita, kesempatan Yang Baru Untuk Bisa Melakukan
Sesuatu Yang Benar Setiap Hari..
Memperbaiki Kesalahan & Melanjutkan Alur Cerita Yang
Sudah Ditetapkan-Nya..
^^ Selamat Berjuang Mengisi Lembar Demi Lembar
Dengan Semangat Kebaikan.^^
7 Keajaiban Razeki ( Pantaskan Diri )
Barusan selesai membaca satu bab dari buku mega bestseller Ippho Santosa, 7 Keajaiban Rezeki. Walaupun belum membaca seluruh buku tersebut, tetapi sudah banyak pelajaran yang dapat saya terima.
Pelajaran yang sangat berharga bagi saya yaitu memperbaiki diri, atau lebih tepatnya “MEMANTASKAN DIRI”. Siapapun pasti menginginkan pergaulan yang baik atau rejeki yg melimpah, termasuk saya dan Anda. Lalu, apa yg harus kita lakukan. Pertama2 memohon kepada Yg Maha Menilai. Kedua, memperbaiki diri. Inilah yg disebut menuntaskan diri di hadapan Yang Maha Menilai.
Maka yg harus kt lakukan adalah, Ibadah A kt tingkatkan, ibadah B kt lipatgandakan, ibadah C kt rutinkan (yang sebelumnya, jarang2), ibadah D kt rutinkan (yang sebelumnya, hampir tidak pernah). Insya Allah, hanya dalam waktu beberapa hari/minggu kita akan menemukan pergaulan yg baik/rejeki yg melimpah tersebut. Bukankah Allah telah berjanji, “Yang baik-baik untuk yang baik-baik, begitu pula sebaliknya”. (QS. Al-Baqarah: 26)
Sejenak, coba kita tanyakan pada diri kita masing2 dan renungkan:
- Apa kita sudah betul2 memperbaiki diri…???
- Apa kita sudah memantaskan diri di hadapan-Nya…???
- Apa kita lebih sibuk memantaskan diri di depan manusia…??
Terkadang, kita menginginkan sesuatu yang lebih baik, tapi sayangnya, kita sendiri yang malas untuk memperbaiki diri. Kita sendiri yang malas untuk memantaskan diri.
Jadi, kata kuncinya yaitu perbaiki diri, pantaskan diri, luruskan niat hanya pada-Nya, dan berbaik sangka kepada-Nya.
Setelah membaca artikel ini, diharapkan dapat langsung kita praktekkan. Itu juga yang dipesankan si empunya buku, bahwa jangan melangkah dulu ke bab selanjutnya kalau belum di praktekkan…
Semoga bermanfaat
Wassalamu Alaikum Wr. Wb…..!!!


