Author Archives: mulkanarsyuddin

Unknown's avatar

About mulkanarsyuddin

there is not important...

Assalamu Alaikum

Bismillahirrahmanirrahim…

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah swt, tuhan semesta alam, dzat yang ditangan-Nya lah jiwa-jiwa ini digenggam, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita semua. Shalwat dan salam kita kirimkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, tabi’in, tabi’tabi’in, dan seluruh umat-Nya yang senantiasa istiqomah menegakkan risalah-Nya hingga hari kiamat kelak, dan semoga kita termasuk golongan tersebut.

Pada tanggal 13-14 Desember 2014, sekelompok anak muda dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengadakan kegiatan training jurnalistik yang bertemakan “Transformasi Karakter Jurnalis Sebagai Pilar Pergerakan Mahasiswa”, bertempat di ruang FIS 201 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin. Training jurnaslitik ini dilaksanakan menginggat bagaimana besarnya peran media dalam memainkan isu-isu atau wacana di masyarakat. Media memiliki kemampuan untuk membentuk opini masyarakat tentang sebuah fenomena yang terjadi. Hal ini kemudian harus juga bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai Agen Perubahan, bagaimana memberdayakan media untuk menyalurkan ide-ide atau gagasannya dalam rangka melakukan pencerdasan kepada masyarakat serta memberikan kritik dan saran yang membangun kepada pemerintah. Karena tidak semua fenomena yang terjadi harus ditanggapi dengan aksi turun ke jalan, tetapi harus pula dipahami bahwa ada alternatif lain yang juga bisa dilakukan mahasiswa, yaitu dengan menulis di media dan mempublikasikannya.

Training jurnalistik yang dilakukan oleh KAMMI Komisariat UNHAS ini bekerjasama dengan beberapa pihak, seperti penerbitan kampus Identitas, portal online kabar sulsel, komisi informasi sulsel, AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Makassar dengan menghadirkan pemateri, serta kerjasama dengan harian fajar dengan melakukan kunjungan media di hari kedua training jurnaslitik.

NASIONALISME ISLAM

Adakah konsep nasionalisme di dalam Islam.? Islam dan nasionalisme merupakan dua buah hal yang saling berlawanan. Konsep nasionalisme yang diluncurkan oleh barat tidak compatible dengan Islam. Bukankah sejarah juga telah mencatat keruntuhan khilafah ustmaniyah salah satunya disebabkan karena muncul dan berkembangnya  spirit nasionalisme dikalangan bangsa arab yang ingin memisahkan diri dari bangsa Turki ustmani yang saat itu dianggap sebagai simbol kesatuan umat Islam seluruh dunia. Ide nasionalisme menghancurkan khilafah Islamiyah.
            Barat telah berhasil memecah-mecah negeri-negeri Islam menjadi Negara-negara yang mandiri. Namun, meski demikian kebanyakan kaum muslimin tetap punya perasaan sama bila kaum Muslim di luar negerinya dizhalimi. Banyak dari organisasi Islam yang berusaha menjayakan Islam di negerinya dan menjadikan negerinya Islami. Sehingga

mulailah sedikit demi sedikit konsep nasionalisme ini diterima, asalkan tidak bertentangan dengan Islam.

Yang menarik adalah mengamati pendapat tokoh Ikhwanul Muslimin –pergerakan Islam terbesar di dunia- Hasan Al-Banna sebagai orang pertama yang secara komprehensif dan sistematis membincangkan tentang nasionalisme dan Islam.
            Hasan Al-Banna membedakan antara konsep al-wathaniyah dan al-qawmiyah dalam menjelaskan arti kebangsaan. merestorasi konsepsi awal patriotisme dan nasionalisme yang Eropa sentris dan berwatak sekular menjadi konsep yang telah diisi pemahaman baru sesuai Islam dan dimanfaatkan untuk kebangkitan Islam. Dalam kaidah ushul fikih, Al-Banna melakukan apa yang dikenal dengan “memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik”. Unsur-unsur terbaik dari patriotisme atau nasionalisme diserap dan dirumuskan untuk menjadi alat perjungan kebangkitan Islam.
Lebih lanjut, Hasan Al-Banna menguraikan perspektif nasionalisme dalam Islam dengan menegaskan bahwa motif-motif ideal nasionalisme sepenuhnya relevan dengan doktrin-doktrin Islam. Pandangan Hasan Al-Banna tentang nasionalisme diantaranya adalah:
Pertama, Nasionalisme Kerinduan. Jika yang dimaksud dengan nasionalisme oleh para penyerunya adalah cinta tanah air dan keberpihakan padanya dan kerinduan yang terus menggebu terhadapnya, maka hal itu sebenarnya sudah tertanam dalam fitrah manusia. Lebih dari itu Islam juga menganjurkan yang demikian.
Kedua, Nasionalisme Kehormatan dan kebebasan, yaitu nasionalisme dalam bentuk keharusan berjuang membebaskan tanah air dari cengkeraman imperialisme, mananamkan makna kehormatan dan kebebasan dalam jiwa putera-putera bangsa, maka kitapun sepakat tentang itu. Islam telah menegaskan perintah itu dengan setegas-tegasnya.
Ketiga, Nasionalisme Kemasyarakatakan. Yaitu nasionalisme dalam rangka memperkuat ikatan kekeluargaan antara anggota masyarakat atau warganegara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama. Islam bahkan menganggap itu sebagai sebuah kewajiban. Lihatlah bagaimana Rasullalah saw bersabda, “Dan jadilah kalian hamba-hamba allah yang bersaudara.” (Al-Hadist)
Tidaklah seorang manusia dianggap sempurna kecuali memiliki rasa cinta terhadap negerinya, rindu kepadanya, berjuang dengan jiwa dan hartanya untuk membelanya, bahkan berusaha mengerahkan seluruh potensi untuk menjaga kemuliaan dan kemenangannya.
Ketika kecintaan kepada negeri dilandasi karena Allah. Lingkupnya akan menjadi lebih luas mencakup semua tanah kaum muslimin, sehingga membela mreka menjadi kewajiban dan menolong mereka adalah keharusan.
Nabi saw memberikan contoh yang menakjubkan terkait cinta kepada negeri sendiri, loyal kepadanya dan rindu terhadapnya, pada saat hijrah dari mekkah setelah terasa sempit jalan-jalan dakwah, kemudian beliau bersabda. “Demi Allah, Engkau adalah tempat (bumi) yang paling aku cintai sekiranya pendudukmu tidak mengusirku, maka aku tidak akan keluar darimu”.
Yang membedakan Islam dengan nasionalis sempit adalah batasan nasionalisme bagi Islam ditentukan oleh basis iman, bukan territorial wilayah negara dan bata-batas geografis. Bagi Islam, setiap jengkal tanah di bumi ini dimana di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan La ilaha illallah, maka itulah tanah air Islam. Wajib bagi seorang muslim menghormatinya serta berjuang dengan tulus demi kebaikannya. Setiap muslim turut merasakan apa yang mereka rasakan dan memikirkan kepentingan-kepentingan mereka.

Islam sepakat dengan konsep nasionalisme dalam semua maknanya yang baik dan dapat mendatangkan manfaat bagi manusia dan tanah airnya. Sehingga jelaslah bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah sesuatu yang bertentangan. Ide nasionalisme dengan slogan dan yel-yelya, tidak lebih dari kenyataan bahwa nasionalisme merupakan bagian sangat kecil dari keseluruhan ajaran Islam yang agung.

Musyarakah Siyasiyyah

            Ikhwa fillah, yang dimaksud dengan musyarakah siyasiyyah adalah keterlibatan jamaah dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan kemaslahatan umum di lembaga- lembaga politik formal maupun informal, di tingkat nasional atau daerah beserta seluruh aktivitas yang mengikutinya seperti pemilihan umum, koalisi, dan aktivitas politik lainnya1.
            Diantara tuntutan syumuliyyatud da’wah adalah keterlibatan dan kehadiran kita dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama memasuki kancah pengambilan keputusan.
            Ikhwah fillah, manfaat yang kita ingingkan dari keberadaan ikhwah di lembaga-lembaga kenegaraan adalah mampu menyuarakan dakwah di sana dengan meminimalisir keputusan-keputusan yang bertentangan dengan syariat Islam dan memperbesar peluang diberlakukannya keputusan yang lebih memudahkan dakwah Islam untuk semakin kuat dan tersebar. Syaikh Abdurrahman As-Sa’adi dalam tafsirnya berkata:

Allah swt membela  orang-orang yang beriman dengan berbagai cara, ada yang mereka ketahui da nada pula yang tidak mereka ketahui. Diantaranya adalah factor kabilah (kesamaan suku antara da’I dengan ummat) seperti yang dialami oleh Nabi Syuaib as. Ikatan-ikatan yang dapat membantu membela Islam dan kaum muslimin seperti ini boleh diusahakan bahkan dalam keadaan tertentu menjadi wajib diwujudkan, karena ishlah (perbaikan) itu wajib dilakukan sesuai kemampuan dan kemungkinan. Oleh karena itu upaya ummat Islam yang berada di Negara atau wilayah kafir kemudian berusaha mengubah keadaan Negara itu menjadi republic yang demokratis sehingga masyarakat bias menikmati kebebasan beragama dan hak-hak sipilnya, semua usaha itu adalah lebih baik daripada berdiam diri menyerahkan pengambilan keputusan ini kepada orang kafir semuanya. Memang jika semua urusan berada di tangan ummat Islam itu adalah semestinya, namun jika tidak bias, maka yang bias kita lakukan harus kita lakukan untuk melindungi agama dan dunia2.
            Ikhwa fillah, asas utama musyarakah siyasiyyah adalah tashilul masasih  dan taqlilul mafasid (meraih maslahat dan mengurangi mafsadat). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
Bahwa syariat datang untuk menghasilkan maslahat dan kesempurnaannya, menghilangkan dan meminimalisir kerusakan. Syariat lebih mengutamakan dan menguatkan kebaikan yang lebih besar diantara dua kebaikan (jika harus memilih salah satunya) dan mendukng keburukan yang lebih ringan diantara dua keburukan (jika harus memilih salah satunya), lalu memilih dan mengambil yang paling maslahat dengan menabaikan yang lebih rendah, dan menghilangkan yang lebih besar mudharatnya dengan menanggung resiko yang lebih rendah dan ringan…
            Selanjutnya beliau juga berkata:
            Dari sisi inilah Yusuf as menjabat perbendaharaan Mesir bahkan memintanya kepada raja Mesir agar menjadikannya pemegagng perbendaharaan bumi. Sementara raja dan kaumnya dalam keadaan kafir, sebagaimana firman Allah, SWT;
“Sungguh telah dating kepada kalian Yusuf, sebelumnya dengan keterangan yang nyata, dan kalian senantiasa dalam keraguan terhadap apa yang ia bawa”. (Ghafir 40: 34 )
“Wahai kedua penghuni penjara, apakah tuhan-tuhan yang berpecah belah, lebih baik dari Allah yang Maha Esa dan kuat?, apa yang kalian sembah selain Allah tidak lain kecuali nama-nama yang kalian dan nenek moyagn kalian namakan”. (Yusuf 12: 39-40)
Dapat dimaklumi bahwa dengan kekafiran yang ada pada mereka, mengharuskan mereka memiliki kebiasaan dan cara tertentu dalam memungut dan mendistribusikan harta kepada raja, keluarga raja, tentara dan rakyatnya. Tentunya cara itu tidak seusai dengan ketentuan bagi para nabi dan utusan Allah. Namun bagi Nabi Yusuf as tidak memungkinkan untuk menerapkan apa yang ia inginkan berupa ajaran Allah, karena rakyat tidak menghendaki hal itu, berupa keadilan dan perbuatan baik. Dengan kekuasaan itu, ia dapat memuliakan orang-orang yang beriman diantara keluarganya, hal yang tidak akan mungkin dia dapatkan tanpa kekuasaan itu. Semua ini masuk dalam firman Allah “Bertakwalah kepada Allah sesuai kemampuanmu” (At-Taghabun 64:16).3
Dalam Siyasah Syar’iyyah-nya, Ibnu Taimiyah rahimahullah juga menegaskan prinsip muwazanah antara maslahat dengan mudharat ini seraya berkata:
            “Berkumpulnya kekuatan dan amanah sekaligus pada diri sesorang sangat jarang ditemukan, oleh karenanya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu mengadu kepada Allah swt:
Ya Allah, aku mengaduk kepada-Mu tentang kekuatan orang yang berdosa dan kelemahan orang yang terpercaya
Maka yang wajib ditempatkan untuk setiap jabatan adalah yang paling besar maslahatnya sesuai jabatan itu sendiri. Bila hanya ada dua pilhan untuk sebuah jabatan, dimana yang satu lebih amanah dan yang lain lebih kuat, maka yang didahulukan adalah yang lebih bermanfaat dan lebih sedikit mudharatnya untuk jabatan itu. Untuk jabatan tempur, lebih diutamakan laki-laki yang lebih kuat meskipun pada dirinya ada kemaksiatan daripada laki-laki yang lemah meskipun lebih shalih. Hal ini seperti ungkapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah ketika ditanya tentang dua calon pemimpin perang yang satu kuat tapi pendosa sedangkan yang lain shalih tapi lemah. Jawaban Imam Ahmad: “Orang yang pendosa, kekuatannya akan bermanfaat bagi ummat Islam dan dosa-dosanya untuk dirinya sendiri, sedangkan orang shalih yang lemah, keshalihanya untuk dirinya sendiri dan kelemahannya merugikan kaum muslimin.” Rasulullah bersabda:
Dan sesungguhnya Allah swt akan menguatkan agama ini dengan laki-laki pendosa. (HR. Bukhari).4
Oleh karena itu pula Rasulullah saw mengangkat Khalid bin Walid sebagai pemimpin perang sejak ia masuk Islam dan beliau berkata bahwa Khalid adalah pedang yang dihunuskan Allah kepada orang-orang musyrik, meskipun terkadang Khalid melakukan perbuatan yang diingkari oleh Rasulullah saw, sehingga Rasulullah pernah mengangkat kedua tangannya ke langit sambil berdoa: “Ya Allah, aku berlepas diri dari apa yang telah dilakukan Khalid.” Yaitu ketika Rasulullah saw mengutus Khalid ke suku Judzaimah lalu Khalid membunuh mereka dan mengambil harta mereka dengan alas an yang mengandung syubhat, padahal itu tidak diperbolehkan. Begitu pula para sahabat yang bersama Khalid telah meingngkarinya…
Sementara itu Abu Dzar Al-Ghifari radiyallahu ‘anhu lebih baik dari Khalid dalam amanah dan kejujuran, meskipun begitu Rasulullah saw berkata kepada Abu Dzar: “Wahai Abu Dzar, aku melihatmu sebagai orang yang lemah, aku menginginkan untukmu apa yang kuinginkan untuk diriku. Jangan engkau memimpin dua orang dan jangan mengurusi harta anak yatim.” (HR. Muslim). Rasulullah saw melarang Abu Dzar untuk memimpin dan menjabat jabatan karena beliau menilainya lemah padahal Rasulullah saw pernah bersabda: Tidak ada di dunia ini yang lebih jujur ungkapannya selain Abu Dzar.
Rasulullah saw juga mengangkat ‘Amr bin ‘Ash radiyallahu ‘anhu pada perang Dzatus Salasil untuk melembutkan hati kerabatnya karena Rasulullah saw mengutus ‘Amr bi ‘Ash kepada mereka padahal ada yang lebih baik keimanannya dari ‘Amr bin ‘Ash. Rasulullah saw juga mengangkat Usamah bin Zaid sebagai pemimpin pasukan untuk dapat membalas gugurnya sang ayah (Zaid bin Haritsah). Jadi, Rasulullah saw mengangkat seseorang dengan pertimbangan maslahat tertentu meskipun ada yang lebih baik dari orang tersebut keilmuan dan keimanannya. Demikian Ibnu Taimiyah.5
                Salah seorang ulama Saudi Arabia, Dr. Nashir bin Sulaiman Al-Umar dalam salah satu fatwanya mengatakan:
             “Ketahuilah bahwa hokum asalh musyarakah adalah al-jawaz (boleh). Salah satu yang bias kita jadikan pertimbangan hokum tentang bolehnya musyarakah ini adalah dibolehkannya jihad (perang) bersama pemimpin yang fajir tidak akan lepas dari kerusakan yang pasti. Namun kerusakan ini menjadi lebih kecil nilainya jika dibandingkan dengan besrnya maslahat berjihad. Dan kerusakan yang timbul dari tidak berjihad bersamanya jauh lebih besar dari kerusakan yang timbul dari berjihad bersamanya.”6
            Dalam situasi seperti diatas hokum asal yang mubah (boleh) dapat berubah menjadi sunnah bahkan wajib jika maslahatnya jelas-jelas nyata dan wajib diwujudkan atau jika ditinggalkan mengakibatkan mudharat yang amat banyak.
            Musyarakah siyasiyyah juga membuka peluang bagi ikhwah untuk mengetahui dan mengakses informasi penting terkait maslahat harakah dan dakwah baik informasi amniyah, politik, ekonomi, social kemasyarakatan dan lain-lain. Sesuatu yang amat sulit kita peroleh tanpa musyarakah. Musyarakah siyasiyyah juga bermanfaat sebagai ajang menimba pengalaman memipin Negara, berdialog dengan berbagai pihak dalam institusi Negara, dan melakukan pelayanan public dalam skala yang lebih besar.
            Ikhwah fillah, kita mengambil pilihan musyarakah siyasiyyah yang merupakan al-khiyar al-ashwab (pilihan yang paling tepat) meskipun kita menyadari bahwa ia juga merupakan a-khiyar al-ash’ab (pilihan yang sulit), karena musyarakah berarti pilihan iqtihalul ‘aqabah (menempuh jalan terjal mendaki), at-tadafu’ al-yaumi (pertarungan harian), pilihan merealisasikan kebersihan dan istiqamah di tengah berbagai penyimpangan dan kekotoran, dan pilihan mempengaruhi secara bertahap tanpa larut dalam penyimpangan tersebut.
            Apabila terjadi kasus-kasus penyimpangan pada personil dalam musyarakah siyasiyya maka penyimpangan itu adalah bukti kelemahan personil tersebut. Sementara penilaian baik atau buruknya pelaksanaan musyarakah haruslah dilihat dari capaian hasil secara keseluruhan dengan menggunakan timbangan maslahat dan mudharat yang menyeluruh dari berbagai sudut pandang. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Syaikh Ahmad Ar-Raisuni, tokoh Harakah Tauhid wal Ishlah di Maroko:
            “Penyimpangan personil merupakan bukti kelemahan orang yang bersangkutan, namun bukan berarti tidak ada lagi diantara ummat ini yang akan berhasil dalam musyarakah. Orang-orang baik jangan hanya berpikir tentang dua kemungkinan dalam musyarakah: gagal lalu keluar atau larut dalam penyimpangan. Di dalam ummat dan jamaah ini pasti ada tambang berharga yang mampu berhasil dalam musyarakah. Kita melakukan ta’awun dalam shaf yang solid dan kokoh dalam rangka terus mewujudkan keberhasilan musyarakah ini.”7
            Ikhwah fillah, tentunya kita sepakat bahwa tarbiyah yang baik adalah syarat keberhasilan segala aktivitas dakwah,  karena tarbiyah adalah munthalaq dan asa kebaikan serta perubahan yang kita inginkan dalam perjuangan ini. Oleh karenanya kader yang terlibat dalam musyarakah siyasiyyah haruslah memiliki kualifikasi tarbawi yang baik sesuai kebutuhan jabatan public yang ia emban. Disamping itu kita juga harus bersama-sama berusaha mewujudkan mashlahat musyarakah itu dan terus mengawalnya, terutama di bidang tarbiyah nukhbawiyyah (pangkaderan) maupu tarbiyah jamariyyah (perbaikan masyarakat secara umum). Pencapaian kemenangan politik dalam musyarakah siyasiyyah hanyalah sarana dakwah guna mewujudkan tujuan utamanya yakni tahqiqul lillahi wahdah (mewudujkan penghambaan hanya kepada Allah semata) dalam naungan keadilan Islam. Apabila tujuan utama dakwah ini terlupakan, lalu sarana menjadi tujuan, saat itulah penyimpangan terjadi – semoga Allah menjaga kita.
Diambil dari buku “Seri Taujihat Pekanan Kader PKS”
Catatan Kaki:
  1. Fatwa Mujarma Fuwaha Syariah di Amerika dalam mu’tamarnya yang ke-4 di Kairo Mesir 28 Juli s/d 2 Agustus 2006 dengan sedikit perubahan.
  2. Tafsir As-Sa’di hal 345 ketika menafsirkan surat Hud ayat 91.
  3. Majmu’Fatwa 4/241.
  4. Potongan hadits riwayat Bukhari dalam shahinya Bab “Sesungguhnya Allah akan membantu agama ini dengan laki-laki pendosa” no 2834.
  5. Siyasah syar’iyyah, pasal tentang “Sedikitnya sifat amanah dan kekuatan berkumpul pada seseorang”.
  6. http:///www.islamtoday.net/islamion/f05.html.
  7. http://www.raissouni.org/Docs/155200710648AM.doc

Orasi Aksi Milad KAMMI 29 Maret 2014

Kawan-kawan sekalian, peserta aksi milad KAMMI ke-XVI. Tidak kurang 10 hari lagi kita akan melaksanakan sebuah pesta demokrasi akbar yang akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepannya. Kita ketahui bersama bahwasanya pemilu merupakan cara paling aman dan konstitusional dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apakah pemilu ini benar-benar bisa menyelesaika persoalan bangsa…???
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, Ada satu hal terlebih dahulu ingin saya sampaikan, saya menghimbau kepada seluruh partai politik peserta pemilu, ketika melakukan perekrutan bakal caleg, lakukan dengan cara yang ketat sesuai dengan visi misi yang partai perjuangkan. Jangan semata-mata karena  si bakal caleg punya modal yang besar lantas diloloskan dalam penjaringan. Lakukanlah penjaringan yang betul dan baik. Dengan sumber informasi yang serba terbatas, kasihan masyarakat yang harus mencari, mengenal, dan mempelajari caleg-caleg yang bakal dipilih, ada ratusan nama caleg.

Kawan-kawan sekalian. Jika kita semua yakin bahwa bangsa ini benar-benar sedang sakit, maka saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bangkit mengobatinya. Saya katakan, bahwa pemilu tanggal 9 April nanti merupakan momentum yang dapat kita jadikan sebagai titik tolak untuk perbaikan bangsa ini. Pemilu bisa berarti baik dan bisa berarti buruk, tergantung bagaimana kita memikirkannya dan melaksanakannya. Pemilu bisa berarti baik ketika kita memilih orang-orang yang benar-benar memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kebijksanaan dalam menentukan aturan. Kita harus paham bahwa orang-orang yang akan kita pilih adalah orang-orang yang memang mengetahui dan memahami fungsinya sebagai lesgislatif, ada tiga fungsi anggota legislatif yaitu fungsi legislasi itu sendiri (menyusun undang-undang), fungsi pengawasan, dan fungsi anggaran. Dari ketiga fungsi itu sudah sangat jelas kompetensi seperti apa yang harus dimiliki, para caleg yang memiliki kemampuan memahami hukum, memahami ekonomi keuangan, memahami statistik, dan memahami bahasa komunikasi untuk menjalankan fungsinya denga baik. Kita jangan memilih calon legislative ibarat memilih kucing dalam karung, orang yang kita pilih tidak berdasarkan integritas dan kompetensinya, tetapi sekedar karena kedekatan kekerabatan, atau lebih parahnya lagi kita memilih caleg karena sekedar selembar uang 50.000.
Oleh sebab itu kawan-kawan sekalian sekali lagi kenali calon yang akan kita pilih dengan baik, bangsa ini masih dapat kita perbaiki. Satu suara untuk memilih caleg yang berkualitas sama dengan satu membangun anak tangga menuju Indonesia yang lebih baik.

BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN…!!!

PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA

           Pendidikan politik adalah segala sesuatu kegiatan yang berkaitan dengan urusan yang menyangkut kepentingan dari sekelompok masyarakat (negara) guna mengetahui hak-hak dan kewajibannya. Pendidikan politik mengajarkan masyarakat untuk lebih mengenal sistem politik negaranya. Dapat dikatakan bahwa pebdidikan politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Melalui proses pendidikan politik inilah para anggota masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyarakat.
Dengan adanya pendidikan politik diharapkan setiap individu dapat mengenal dan memahami nilai-nilai ideal yang terkandung dalam sistem politik yang sedang diterapkan. Kemudian, dengan adanya pendidikan politik setiap individu tidak hanya sekedar tahu saja tapi juga lebih jauh dapat menjadi seorang warga negara yang memiliki kesadaran politik untuk mampu mengemban tanggung jawab yang ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap dan peningkatan kadar partisipasi dalam dunia politik.

Di tahun 2014 ini, Indonesia akan menggelar pesta demokrasi. Pada tanggal 9 April 2014 nanti, masyarakat Indonesia akan memilih secara langsung wakilnya di parlemen untuk periode jabatan 2014-2018. Kemudian di bulan juli mendatang, masyarakat Indonesia kembali akan menyalurkan hak pilihnya dengan memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2018.
Dari data yang dirilis Komisi Pemiliha Umum (KPU), jumlah pemilih yang terdaftar pada Daftar Pemilh Tetap (DPT) pemilu 2014 berjumlah 186.612.255 penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut 20-30% adalah pemilh pemula. Pemlih pemula adalah kelompok muda yang baru pertama kali akan menggunakan hal pilihnya dalam pemilu. Pemilih pemula ini terdiri dari mahasiswa dan siswa SMA yang telah memenuhi syarat yaitu berusia minimal 17 tahun.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, penduduk berusia 15-19 tahun berjumlah 20.871.086 orang, penduduk berusia 20-24 tahun berjumlah 19.878.417 orang. Dengan demikian jumlah pemilih muda sebanyak 40.749.503 orang. Dalam pemilu, jumlah tersebut sangat besar dan jika disatukan dalam sebuah partai, maka bisa menentukan kemenangan partai politik atau kandidat yang berkompetisi dalam pemilu.
Secara karakteristik, pemilih pemula memiliki perbedaan dengan pemilih tua. Pemilih pemula cenderung kritis dan mandiri dalam menentukan pilihannya. Mereka memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional, misalnya karena integritas moral tokoh yang dicalonkan partai politik, track record-nya, program kerja yang ditawarkan, atau  pun platform partai politik yang mengusung caleg tersebut. Secara sederhana, karakteristik seperti ini yang kemudian diharapkan dapat tumbuh dan kemudian membangun komunitas pemilih cerdas dalam pemilu tahun ini.
Namun demikian, pemilih pemula masih perlu untuk mengetahui dan memahami berbagai hal terkait pemilu, antara lain untuk apa pemilu ini diadakan, seperti apa tahapan-tahapannya, siapa saja yang boleh memilih, bagaimana cara menggunakan hak pilih, lembaga yang menyelenggarakan pemilu dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang kemudian harus dicari jawaban-nya agar kemudian benar-benar terbangun komunitas pemilih cerdas dalam menentukan pilihan politik-nya.
Pertanyaan-pertanyaan ini juga muncul untuk menyadarkan kepada pemilih pemula betapa berharganya suara mereka bagi proses politik di Negara ini. Walau pun hanya satu suara, namun dengan satu suara itu dapat menentukan arah perjalanan bangsa ini lima tahun kedepan. Agar tidak ada lagi pemilih pemula yang tidak mau berpartisipasi dalam pemilu dan memilih ikut-ikutan tidak mau menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (golput).
Oleh karena itu, penting bagi pemilih pemula untuk mendapatkan pendidikan politik. Tujuannya agar pemilih pemula benar-benar memahami segala sesuatu yang terkait dengan proses pemilu, dan harapan-nya terbentuk pemilih cerdas yakni pemilih yang sadar menggunakan hak pilihnya dan dapat memilih wakil yang berkualitas di parlemen demi perbaikan masa depan bangsa dan Negara.
SALAM PEMILIH PEMULA…

BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN…

PERAWATAN AKUARIUM

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharan ikan yang relative sangat mudah dalam perawatannya. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni, yang dapat diawasi dan dinikmati. Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsungd dari took           . Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya.
Ikan merupakan
salah satu fauna khas dari lahan basah. Perairan air tawar, payau dan asin merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan. Ikan karang merupakan ikan yang hidup, berkembang biak dan mencari makan disekitar karang. Karena ikan pada umumnya berukuran kecil dan relatif tidak berpindah-pindah dan sebagian besar merupakan ikan hias.
Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Jenis-jenis ikan tersebut antara lain jenis siklid, lemon, cupang, black ghost, manvia, palmas, guppy, discus, oscar, arwana, dan masih banyak lagi lainnya.
1.2  Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dalam membuat makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan akuarium atau kolam dengan baik dan benar.
Sedangkan kegunaan dari makalah ini yaitu agar kita dapat memahami perawatan akuarium atau kolam ikan hias.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Perawatan Akuarium Air Tawar (Aquascape)
Pada dasarnya, sebuah akuarium air tawar aquascape dan kolam ikan hias membutuhkan kesesuaian dalam kualitas air, suhu, cahaya, dan nutrisi agar kondisinya tetap sehat. Kelebihan maupun kekurangan dari faktor-faktor di atas dapat mempengaruhi keseimbangan dan kesehatan aquarium air tawar aquascape anda. Berikut ini adalah beberapa kegiatan dalam  perawatan aquascape yang  dapat anda lakukan sendiri:
Berikut perawatan akuarium air tawar (aquascape) pada umumnya adalah sebagai berikut.
a.     Penggantian air
 Pada minggu-minggu awal selesainya setting aquascape, gantilah air 1 minggu sekali sebanyak 30%. Setelah umur aquascape sudah lebih dari 1 bulan, maka dapat melakukan pergantian air lebih jarang (misalnya 2-4 minggu sekali). Mempertahankan kualitas air yang baik dan mengelola pasokan air secara teratur adalah cara praktis paling umum mempertahankan ekosistem dalam kolam dan akuarium tetap terjaga.
 Selain itu, selama musim panas uji kualitas air yakni pH air antara 6,5 hingga 7, juga ketinggian air kolam yang mudah menguap. Perhatikan pula ketika ganggang mulai muncul karena dapat mengganggu ekosistem kolam. Sedangkan pada musim penghujan, lakukan pembersihan kolam secara berkala dengan menggosok sisi-sisi kolam tanpa sabun.
b.     Pemupukan
 Setelah beberapa periode waktu tertentu setelah selesai setting, maka nutrisi dari pupuk dasar aquascape akan terus berkurang. Oleh karena itu dibutuhkan pemupukan tambahan. Untuk tanaman air yang menyerap nutrisinya melalui daun dan batang, gunakanlah pupuk cair. Sementara untuk tanaman air yang dominan menggunakan akarnya untuk menyerap nutrisi, berikanlah pupuk dalam bentuk tablet yang tinggal ditancapkan. Pemberian pupuk haruslah sesuai dengan dosis yang dianjurkan, kelebihan ataupun kekurangan dosis akan menyebabkan dampak yang negatif bagi ekosistem akuarium air tawar aquascape maupun kolam anda.
c.      Pemangkasan
       Bila tanaman air anda sudah semakin rimbun, atau malah terkesan berantakan, pangkas tanaman tersebut. Pemangkasan berkala akan mencegah kematian tanaman-tanaman foreground akibat terhalangnya cahaya yang disebabkan oleh tanaman-tanaman aquascape yang lebih tinggi.
d.      Sifon
Terkadang sisa-sisa material mati seperti tanaman, ikan, udang, atau sisa pakan ikan yang berlebih mengendap di dasar aquarium. Bila kita menunggu proses alami penguraiannya, ini akan memakan waktu cukup lama dan membahayakan kehidupan di dalam aquascape. Oleh karena itu, material-material tersebut apabila cukup menggangu, hendaknya segera dibersihkan dengan cara disifon, yakni dikeluarkan dengan menggunakan selang penyedot.
Cek berbagai kelengkapan lain
Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan:
·         Periksalah apakah tabung gas CO2 anda masih terisi/hampir habis.
·         Periksalah dosis CO2 yang dimasukkan ke dalam aquarium anda.
·         Periksalah keadaan lampu anda, apakah cahayanya mulai redup, mati, dsb.
·         Bersihkan chiller secara berkala.
·         Periksalah apakah timer yang anda gunakan masih berfungsi dengan baik.
·         Jangan lupa membersihkan filter dan pompa serta memeriksa selang dan kemungkian kebocoran.
Adapun beberapa perawatan akuarium air tawar aquascep berdasarkan waktu perawatannya, yaitu sebagai berikut
a.    Perawatan Harian
  • Beri makan ikan setidaknya 2 kali sehari, terutama apabila ikan-ikan tersebut tergolong pada ikan yang memerlukan energi tinggi. Sesuaikan pemberian pakan untuk ikan lain, dan invertebrata
  • Periksa kesehatan penghuni akuarium. Pindahkan dan rawat ikan yang tampak sakit ke dalam akuarium karantina
  • Periksa apakah terdapat tanda-tanda ikan akan memijah, tempatkan ikan tersebut pada tempat pemijahan yang sesuai. Apabila ditemukan burayak pindahkan segera burayak tersebut ke tempat lain.
  • Periksa temperatur akuarium
  • Periksa kesehatan jenis-jenis ikan malam pada malam hari dan berikan pakan ikan tersebut sesaat sebelum atau setelah lampu dimatikan.
  • Matikan lampu akurium sesaat sebelum lampu ruangan dimatikan atau sebelum cahaya alam menjadi gelap
b.    Perawatan Mingguan
  • Puasakan ikan selama satu hari (jangan lakukan hal ini pada ikan yang sedang/akan memijah atau pada burayak dan anak-anak ikan)
  • Periksa heater, termostat. Cermati apakah ada atau tidak tanda kerusakan.
  • Periksa pH, kesadahan, kadar garam (untuk akuarium laut), kadar amonia dan nitrit. Lakukan koreksi apabila dijumpai parameter yang menyimpang secara perlahan-lahan
  • Periksa cadangan pakan ikan, filter, dan peralatan lainnya
c.    Perawatan 2 Mingguan
  • Matikan aerasi (jangan lakukan untuk akuarium laut)
  • Secara perlahan aduk permukan lapisan pasir/gravel pada akuarium anda
  • Bersihkan algae pada kaca
  • Biarkan kotoran dari kaca dan permukaan lapisan pasir yang diganggu tadi mengendap
  • Siphon kotoran bersama dengan sekitar 25 persen air akuarium
  • Ganti air tersebut dengan air yang telah diendapkan sebelumnya, usahakan agar pH, kesadahan, dan temperatur air tambahan ini sama dengan air akuarium
  • Nyalakan kembali aerasi
d.    Perawatan Bulanan
  • Bersihkan media filter mekanik
  • Rendam dan bilas media filter biologi dengan menggunakan air akuarium (Jangan cuci dengan bahan pembersih, direbus/disiram air panas, atau menggunakan bahan kimia lain. Hal ini akan menyebabkan bakteri filtrasi mati sehingga filter biologi menjadi tidak berfungsi, sampai bakteri baru tumbuh kembali di media tersebut)
  • Apabila anda menggunakan filter under gravel, bebaskan sementara pipa out let dari aerator atau head pump. Bersihkan bagian tersebut
  • Melalui pipa out let tersebut masukan pipa siphon dan cobalah menyiphon kotoran (mulm) yang ada dibagian bawah filter under gravel.
  • Bersihkan batu aerasi
  • Periksa diafragma dan pompa aerator
  • Bersihkan pipa input udara pada aerator
  • Periksa peralatan penerangan, terutama sambungan kabel, terminal-terminal dll
  • Singkirkan bagian-bagian tanaman yang mati, dan lakukan pemangkasan apabila diperlukan
  • Ganti tanaman yang tumbuh tidak subur
2.2 Perawatan Akuarium Air Laut (Marinescape)
Berbeda dengan akuarium air tawar, pemeliharaan ikan air laut lebih rumit. Ikan-ikan hias air laut sangatlah sensitif dan mudah mati. Oleh karena itu, semua perlengkapan dan peralatan harus tersedia serta berfungsi dengan baik. Jika salah satu peralatan tidak berfungsi akan berakibat bagi kehidupan penghuni akuarium. Dalam merawat akuarium air laut juga dibutuhkan perlengkapan yang memadai.
Selain perlengkapannya, kita juga harus memperhatikan pokok-pokok kegiatan dalam pembersihan/pemeliharaan akuarium yaitu
a.     Menghitung jumlah penghuni akuarium
Hal ini dimaksudkan agar kita mengetahui penghuni akuarium yang mati sehingga kita bisa mengeluarkannya sehingga tidak mencemari ikan yang lain.
b.     Pengontrolan kualitas air
Kegiatan ini meliputi pemanfaatan terhadap keasaman air (pH), suhu dan salinitas air. Hal ini dilakukan agar terjadi keseimbangan air dalam akuarium sehingga tidak terjadi penurunan kualitas air yang dapat mempengaruhi kehidupan penghuni akuarium.
c.      Penambahan air
Kegiatan ini dilakukan jika air dalam akuarium mengalami penurunan jumlahnya karena penguapan. Kegiatan ini juga erat hubungannya dengan salinitas air. Semakin tinggi penguapan dalam akuarium untuk menyeimbangkan kadar garam dalam akuarium. Air dalam akuarium akan selalu menguap dan yang menguap tersebut hanyalah airnya saja, bukan dengan garamnya. Untuk itu gunakan air tawar (dengan kondisi terbaik yang bisa anda dapatkan), jangan menggunakan air laut untuk mengisi kembali air yang menguap tersebut. Jika air laut yang digunakan untuk mengisi kembali air yang menguap ini, maka yang akan didapatkan adalah semakin tingginya salinitas air dalam akuarium. Jika salinitas melewati angka tersentu, beberapa jenis atau bahkan semua ikan bisa mati. Gunakan hydrometer setiap kali anda mengisi ulang air akuarium anda.
d.     Penggantian air
Penggantian air dalam akuarium air laut ada dua macam  yaitu penggantian air sebagian dan penggantian air total. Penggantian air sebagian biasanya dilakukan setiap enam bulan sekali.
e.     Pembersihan lumut
Kegiatan pembersihan lumut tergantung situasi dan kondisi akuarium. Jika lumut yang menempel pada kaca terlalu mengganggu maka perlu diperhatkan.
2.3 Perawatan Kolam Ikan
Kolam ikan merupakan bagian dari suatu estetika hidup yang selaras dengan lingkungan dan alam. Kehadiran kolam ikan bukan hanya mempercantik rumah atau bangunan yang biasa penempatannya di ruang-ruang publik, seperti di halaman rumah dan sekitarnya, namun juga sebagai alat yang mampu memberikan nilai lebih bagi penghuninya.
Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan kolam, yaitu sebagai berikut
1.     Sebelum kolam diisi air (kondisi kolam baru) disarankan untuk melapisi sisi dalam kolam ikan dengan waterproof (pelapis air) agar kolam tidak bocor.
2.     Penambahan filter yakni batu siolit dan biobol diperlukan untuk menjaga kejernihan air.
3.     Jangan menghabisi lumut, hal ini dimaksudkan karena ikan yang ada di kolam menyukai lumut dan jika menghabisi lumut juga dapat membuat ikan stress.
4.     Peletakkan kolam ikan ditempat yang teduh. Ini penting, karena kolam ikan yang berada ditempat panas dan tempat yang sering dilalui debu, tidak akan bisa bersih (jernih) karena kolam yang terkena sinar matahari langsung berpotensi airnya menjadi hijau dan keruh.
  
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.    Pada dasarnya, sebuah akuarium air tawar aquascape dan kolam ikan hias membutuhkan kesesuaian dalam kualitas air, suhu, cahaya, dan nutrisi agar kondisinya tetap sehat. Kelebihan maupun kekurangan dari faktor-faktor di atas dapat mempengaruhi keseimbangan dan kesehatan aquarium air tawar aquascape dan kolam.
2.    Pemeliharaan ikan air laut lebih rumit. Ikan-ikan hias air laut sangatlah sensitif dan mudah mati. Oleh karena itu, amat dianjurkan untuk memperhatikan pokok-pokok kegiatan dalam pembersihan/pemeliharaan akuarium. Selain itu  semua perlengkapan dan  peralatan harus tersedia serta berfungsi dengan baik. Jika salah satu peralatan tidak berfungsi akan berakibat bagi kehidupan penghuni akuarium.
3.    Kolam ikan merupakan bagian dari suatu estetika hidup yang selaras dengan lingkungan dan alam. Oleh sebab itu dibutuhkan perawan yang intensif demi keselarasan tersebut.
3.2 Saran
            Dalam perawatan akuarium dan kolam harus lebih ditingkatkan untuk menjaga kualitas air, suhu, cahaya, dan nutrisi agar kondisinya tetap sehat serta menjaga keseimbangan ekosistem agar terciptan keindahan

PERAN FITOPLANKTON DI DALAM PROESES NITRIFIKASI DI PERAIRAN


BAB I
PENDAHULUAN
I.I. Latar Belakang
            Fitoplankton adalah komponen autotrof plankton, yang mampu mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi. Komponen autotrof ini berfungsi sebagai produsen (Anonim, 2008b: 1). Sebagaimana dikemukakan pula oleh Fachrul (2007: 92) bahwa fitoplankton berperan sebagai produsen dalam ekosistem perairan yang merupakan salah satu komponen utama dalam suatu sistem rantai makanan atau jaring makanan, karena fitoplankton adalah mikroorganisme yang mampu melakukan fotosintesis. Pada ekosistem danau fitoplankton jauh lebih penting daripada vegetasi berakar di dalam memproduksi makanan pokok untuk kehidupan ekosistem (Odum, 1996: 386). Hal ini terjadi karena tanaman berakar hanya terdapat di daerah litoral, sedangkan fitoplankton terdapat di daerah limnetik yang lebih luas. Kemampuan fitoplankton untuk
mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar rantai makanan di ekosistem lautan dan di ekosistem air tawar. (Anonim, 2008b: 1). Dalam struktur piramida makanan, fitoplankton sangatlah penting karena menempati posisi sebagai produksi primer. Fitoplankton yang berperan sebagai produsen, peranan produsen dalam suatu ekosistem adalah sebagai pengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis (Odum, 1996: 376). Energi kimia disini merupakan senyawa organik karbon yang bemanfaat bagi organisme heterotrof yang hidup di ekosistem tersebut. Maka, produktivitas perairan sangat ditentukan dengan adanya fitoplankton. Suatu perairan cenderung memiliki produktivitas primer tinggi apabila ketersediaan fitoplanktonnya tinggi (Nontji, 1984 dalam Nahib, 2007: 73). Keberadaan fitoplankton disuatu perairan sangat dipengaruhi oleh faktor biologi, fisik dan kimiawi lingkungan diperairan tersebut (Fachrul, 2007: 91). Beberapa faktor fisik dan kimiawi lingkungan yang mempengaruhi keberadaan fitoplankton diantaranya intesitas cahaya, kedalaman perairan, unsur hara (Fachrul, 2007: 90-91).
I.II. Tujuan
            Tujuan pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui kedudukan fitoplankton di dalam perairan dalam hal ini perannya didalam siklus nitrogen (nitrifikasi). Selain itu juga untuk dijadikan sebagai bahan bacaan dan sumber referensi bagi pembaca.

 BAB II
PEMBAHASAN
Unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) merupakan unsur hara (nutrisi) yang diperlukan oleh flora (tumbuhan laut) untuk pertumbuhan dan perkembangan hidupnya. Unsur-unsur tersebut ada dalam bentuk nitrat (NO3) dan fosfat (PO4). Unsur-unsur kimia ini bersama-sama dengan unsur-unsur lainnya seperti belerang (S), kalium (K) dan karbon (C).Disebut juga unsur hara (nutrien)
Nitrogen merupakan salah satu unsur penting bagi pertumbuhan organisme dan proses pembentukan protoplasma, serta merupakan salah satu unsur utama pembentukan protein. Diperairan nitrogen biasanya ditemukan dalam bentuk amonia, amonium, nitrit dan nitrat serta beberapa senyawa nitrogen organik lainnya. Pada umumnya nitrogen diabsorbsi oleh fitoplankton dalam bentuk nitrat (NO3 – N) dan ammonia (NH3 – N). Fitoplankton lebih banyak menyerap NH3 – N dibandingkan dengan NO3 – N. karena lebih banyak dijumpai diperairan baik dalam kondisi aerobik maupun anaerobik.
Senyawa-senyawa nitrogen ini sangat dipengaruhi oleh kandungan oksigen dalam air, pada saat kandungan oksigen rendah nitrogen berubah menjadi amoniak (NH3) dan saat kandungan oksigen tinggi nitrogen berubah menjadi nitrat (NO3-).
Senyawa ammonia, nitrit, nitrat dan bentuk senyawa lainnya berasal dari limbah pertanian, pemukiman dan industri. Secara alami senyawa ammonia di perairan berasal dari hasil metabolisme hewan dan hasil proses dekomposisi bahan organik oleh bakteri
Sumber ammonia di perairan adalah hasil pemecahan nitrogen organic (protein dan urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat dalam tanah dan air, juga berasal dari dekomposisi bahan organik (tumbuhan dan biota akuatik yang telah mati) yang dilakukan oleh mikroba dan jamur yang dikenal dengan istilah ammonifikasi.
Nitrat (NO3) adalah bentuk nitrogen utama di perairan alami. Nitrat merupakan salah satu nutrien senyawa yang penting dalam sintesa protein hewan dan tumbuhan. Konsentrasi nitrat yang tinggi di perairan dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan organisme perairan apabila didukung oleh ketersediaan nutrient. Konsentrasi ammonia untuk keperluan budidaya laut adalah ” 0,3 mg/l (KLH,2004). Sedangkan untuk nitrat adalah berkisar antara 0,9 – 3,2 mg/l (KLH, 2004; DKP,2002).
Zat-zat hara ini dibutuhkan oleh fitoplankton maupun tanaman yang hidup di laut untuk pertumbuhannya. Fitoplankton selanjutnya akan dimakan oleh zooplankton (fauna kecil yang hidup di permukaan air), zooplankton dan tanaman akan dimakan oleh ikan-ikan kecil, ikan-ikan kecil akan dimakan oleh ikan besar dan demikian seterusnya. Tanaman dan binatang yang hidup di laut akan mati dan tenggelam ke dasar perairan, selanjutnya akan membusuk dan nutrien yang ada di tubuhnya akan kembali ke dalam air, sehingga dasar perairan lebih kaya akan nutrien dibandingkan dengan permukaan.
Upwelling adalah gerakan vertikal/ hampir vertical atau penaikan massa air di bawah permukaan ke permukaan. Upwelling merupakan proses yang penting untuk mengembalikan zat-zat hara dari lapisan air dekat dasar ke daerah permukaan, oleh karena itu daerah di mana terjadi proses upwelling akan sangat kaya akan nutrien, sehingga plankton melimpah, dan ikan-ikan akan berkumpul di daerah itu, sehingga daerah upwelling merupakan daerah yang sangat baik untuk usaha penangkapan ikan.
II.I. Sumber Oksigen Terlarut
Oksigen terlarut adalah salah satu parameter paling mendasar di perairan karena mempengaruhi kehidupan organisme akuatik. Umumnya konsentrasi oksigen saat permulaan fajar rendah, lalu tinggi pada siang hari kemudian secara kontinu berkurang sepanjang malam karena kebutuhan respirasi komunitas.
Penguraian Bahan Organik Wetzel dan Likens (1991) menyatakan bahan organik di ekosistem perairan berada dalam bentuk senyawa organik terlarut sampai bahan organik partikulat (POM) dalam agregat besar, serta dari organisme hidup yang mati.
Siklus biogeokimia mempengaruhi laju dekomposisi C, N, P, S dan oksigen. Proses dekomposisi adalah proses yang kontinu, tetapi lajunya bervariasi tergantung jumlah subtrat dan variabel lingkungan.
II.II. Dekomposisi Aerobik
Gunnison et.al., (1985) menyatakan pada dekomposisi aerobik,mikroorganisme aerobik, mengkonversi bahan organik yang tersedia menjadi komponen inorganik, karbondioksida, nitrat, sulfat, dan fosfat, dan mengurangi oksigen di perairan.
II.III. Dekomposisi Anaerobik.
Respirasi anaerobik dapat didefinisikan sebagai reaksi biologi dimana oksidasi senyawa anorganik sebagai akseptor electron. Pada kondisi tidak ada oksigen bakteri anaerob mengoksidasi bahan organik dengan menggunakan berbagai agen oksidasi : manganase, nitrat, besi, sulfat dan bikarbonat.
Reduksi nitrat (denitrifikasi) umumnya dengan cepat diikuti deplesi oksigen dan hasilnya yaitu : CO2, air dan nitrogen (melalui nitrit). Pereduksi nitrat (Pseudomonas, Bacillus, Micrococcus, Thiobacillus denitrificans) adalah anaerobik fakultatif dan menggunakan oksigen jika suplainya cukup.
II. IV. Eutrofikasi 
            Eutrofikasi adalah istilah yang menggambarkan penuaan danau. Eutrofikasi secara alami terjadi dalam waktu yang panjang. Pengkayaan nutrien yang dikuti oleh kemunduran kualitas air. Pengertian pengkayaan badan air dengan nutrien inorganik, khususnya nitrogen dan fosfor.
Istilah plankton pertama kali digunakan oleh Victor Hensen pada tahun 1887,dan disempurnakan oleh Haeckel tahun 1890.Kata plankton berasal dari bahasa Yunani yang berarti  mengembara.dan dapat diartikan sebagai seluruh kumpulan organisme baik hewan maupun tumbuhan yang hidup terapung atau melayang didalam air,tidak dapat bergerak atau dapat bergerak sedikit dan tidak dapat melawan arus.
Plankton dapat dikelompkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan cara makan, keberadaan/dominansi,asal usul,ukuran, bentuk dan koloni sel,serta alat penangkap.pengelompokan plankton yang paling umum  didasarkan pada cara makanannya.berdasarkan cara makanannya plankton dapat dikelompokkan kedalam bakterioplankton (saproplankton),fitoplankton,dan zooplankton.
Bakterioplankton merupakan kelompok plankter yang terdiri atas organisme yang tidak berklorofil, meliputi bakteri (Micrococcus,Sarcina,Vibrio,Bacillus,Dll). Fitoplankton merupakan tumbuhan planktonic berklorofil yang umumnya terdiri atas (Bacillariphyceae, Chlorophyceae, Dinophyceae).
Selaian berklorofil fitoplankton juga memiliki bahan makanan cadangan yang umumnya berupa pati atau lemak,dinding sel yang tersusun dari selulosa,serta bentuk flagel yang beragam.zooplankton merupakan kelompok plankter yang mempunyai cara makan holozik.Anggota kelompok Ini meliputi hewan–hewan dari kelompokb protozoa,coelenterate,ctenopora,amelina,dan beberapa larva hewn-hewan vertebrata.kelompok zooplankton hamper seluruhnya didominasi oleh copepod dengan nilai sebesar 50-80%.


BAB III
PENUTUP
III.I. Kesimpulan
            Fitoplankton di dalam perairan memiliki kedudukan yang sangat penting, selain kedudukannya sebagai produsen di dalam rantai makanan. Fitoplankton juga berperan penting di dalam proses nitrifikasi. Oksigen yang dihasilkan oleh fitoplankton akan digunakan untuk merubah amoniak menjadi nitrat melalui proses nitrifikasi. Nitrat merupakan nutrient yang penting di dalam perairan karena berperan dalam proses pembentukan protoplasma dan juga sintesa protein. Fitoplankton juga membutuhkan nitrat di dalam proses pertumbuhannya.
III.II Saran
            Keberadaan nitrat di dalam perairan dipengaruhi oleh jumlah amoniak dan oksigen. Amoniak terdapat di dalam perairan selain terdpat secara alami juga cukup banyak yang berasal dari limbah domestik. Sehingga perlu penelitian lebih lanjut mengenai pembuangan limbah ke dalam perairan. 

Pakan Alami Ikan Cupang (Betta. sp)



Perilaku berhubungan dengan tingkah laku alami yang ditunjukkan ikan cupang. Selama penangkaran, perilaku alami tersebut hendaknya tidak dihambat atau dihilangkan. Namun demikian,peternak perlu mengelolanya agar sesuai dengan tujuan pemeliharaan cupang. Penghambatan perilaku alami justru akan berakibat buruk bagi ikan. Hal tersebut akan mengakibatkan ikan menjadi stres karena tidak dapat menyalurkan hasrat alaminya.
Secara umum, ikan mempunyai dua pola dalam mencari pakan, yaitu aktif mencari pakan pada siang hari (diurnal) dan malam hari (nokturnal). Sementara cupang sendiri termasuk tipe diurnal, yaitu aktif mencari pakan mulai dari matahari terbit hingga matahari tenggelam. Di alam, cupang akan memakan pakan yang ditemui sebanyak-banyaknya.
Ikan cupang termasuk
dalam kelompok ikan karnivora, yaitu memakan binatang hidup. Hal itu, terlihat dari bentuk giginya yang runcing (bergerigi). Cupang sejatinya adalah ikan pemburu sehingga berburu adalah watak alaminya. Pakan hidup akan mmenstimulasinya untuk memasngsa. Tidak jarang ditemukan kasus-kasus dimana cupang tidak mau makan karena pakan yang diberikan adalah pakan kering/beku (sudah mati)
Adapun jenis, pakan alami yang biasa disantap ikan ini yaitu
1. Jentik Nyamuk (Cuk)


               Pakan ini mengandung banyak protein yang baik untuk ikan cupang. Pada musim kemarau, jentik nyamuk banyak diketemukan di air yang menggenang. Jika ingin menghemat biaya pakan ikan cupang, maka jentik nyamuk adalah salah satu solusinya. Jentik nyamuk adalah pakan ikan cupang yang paling murah. Kebanyakan petani ikan cupang hias mendapatkannya dengan mencari di got atau parit.
Pemberian jentik nyamuk jangan berlebihan karena jentik nyamuk yang tidak termakan akan berubah menjadi nyamuk. Berikan jentik yang berupa larva (berdiri terbalik di permukaan air), bukan kepompong  (bulat tampak seperti bengkok). Jentik yang sudah berubah menjadi kepompong tidak baik untuk cupang, karena bisa menyebabkan perut buncit dan akhirnya mati.
Tips untuk memilih jentik nyamuk. Jentik nyamuk yg diambil dari alam biasanya masih kotor dan bercampur dgn larva hewan lain. Masukkan jentik nyammuk ke air es, secara otomatis mereka akan teler, jentik nyamuk akan mengendap ke dasar sedangkan Non-jentik nyamuk akan mengambang. Jentik nyamuk diambil dgn saringan halus, lalu dimasukan ke dalam air yg telah ditetesi PK, dosis 1/2 tetes tuk ember ukuran 15 liter, ini tuk “membangunkan” jentik nyamuk, setelah itu dicuci dgn air bersih dan siap disajikan
2. Kutu Air (Water Flea)

Kutu air merupakan makanan yang paling baik diberikan kepada anakan cupang yang sudah menetas setelah kurang lebih 4 hari. selain itu ikan cupang yang sudah dewasa juga menyukai kutu air jadi baik juga diberikan kepada ikan cupang yang sudah dewasa. Kelebihan dari kutu air ialah memiliki sangat banyak protein yang dibutuhkan oleh anakan cupang dan juga mudah dicerna, oleh karena itu sangat direkomendasikan jika anakan cupang diberikan kutu air sebisa mungkin,
Kutu air juga tersedia dari alam atau dibeli di pedagang ikan. Namun ktu air tidak selalu tersedia di alam, budidayanya pun cukup sulit sehingga harganya cukup mahal di pasaran. Contoh kutu air adalah moina dan daphnia.

3. Cacing Sutra (Res Water Worms)   

Cacing ini sangat mudah ditemukan, baik di alam (biasanya di bantaran kali) atau di pedagang. Selain teksturnya halus, harganya terbilang murah. Jumlahnya biasa menurun ketika musim hujan.
Pakan ikan cupang yang satu ini sangatlah bagus untuk mempercepat pertumbuhan ikan cupang dan membentuk ikan cupang kedalam bentuk yang sempurna. Tipe makanan yang satu ini adalah tipe makanan alami selain jentik nyamuk. Dibalik keunggulannya tersebut, cacing sutra ini memiliki kelemahan yaitu membuat air menjadi lebih cepat kotor dari biasanya, karena itu usahakan sebelum memberikan pakan ini ke ikan cupang, alangkah baiknya dibilas terlebih dahulu agar ikan cupang bisa terhindar dari serangan penyakit.

4. Cacing Darah (Bloodworm)


Cacing ini sebenarnya tidak termasuk jenis cacing, tetapi larva jenis nyamuk Chironomus sp. dan biasanya dijual dalam bentuk beku. Meski proteinnya tinggi, tapi cupang biasanya tdk tertarik untuk memakannya, karena sudah mati.
Solusinya ialah memberikan cacing darah hidup. Cacing ini memiliki kemungkinan membuat perut cupang buncit, karena cukup keras untuk dicerna.

5. Artemia (Brine Shrimp)   
Artemia adalah embrio yang tadinya tertidur kemudian terbangun. Artemia dapat dijadikan pakan ikan cupang karena artemia termasuk udang primitf yang terbentuk melalui proses metamorphosis ketika mereka bebas berenang.
Pemberian artemia kepada ikan cupang harus sesuai dengan takaran dan jangan terlalu banyak karena bisa menyebabkan kematian pada ikan cupang. Artemia adalah makhluk hidup yang habitatnya di laut, oleh karena itu sebelum memberikan ikan cupang makan artemia, usahakan di bilas terlebih dahulu agar kadar garamnya tidak terlalu banyak.

6. Microworms  

Cacing yg sangat halus, dan berwarna putih atau krem. Cocok untuk anakan atau dewasa. Cacing ini termasuk mudah dalam membudidayakannya.
Microworms adalah makanan alami termurah yang dapat kita kultur sendri dengan mudah dan hanya memerlukan tempat kecil untuk berkembang biak. Cukup dengan satu kali membeli atau menyiapkan starter maka kita sudah mempunyai stok pakan hidup untuk selamanya . Burayak ikan cupang dari umur 3 hari samapai 10 hari merupakan saat-saat kritis dimana saat itu burayak sudah memerlukan makanan karena cadangan kuning telurnya sudah habis dan memerlukan makanan dari luar. untuk itu diperlukan makanan yang ukurannya sangat kecil. Microworm sangat aktif meliuk-liukan tubuhnya sehingga sangat menarik perhatian burayak yang lapar untuk melahapnya.
Efek yang dihasilkan ketika burayak diberi pakan berupa microworm antara lain meningkatkan tingkat pertumbuhan burayak, meningkatkan kecerahan warna, dan meningkatkan kesehatan.



DAFTAR PUSTAKA
7 jenis makanan cupang. http://cupangpontianak.blogspot.com/2012/01/7-jenis-makanan-cupang.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012. Pukul 21:00
88DB. Pakan ikan cupang hias. http://id.88db.com/Asosiasi-Komunitas/Yayasan-Pengobatan-Kesehatan/ad-724214/. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012. Pukul 21:00
Baca kata. Pemijahan ikan cupang hias dan budidayanya. http://baca-kata.blogspot.com/2011/10/pemijahan-ikan-cupang-hias-dan-budidaya.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012. Pukul 21:00
Anjani fairuz’s blog. Microworm => Pakan hidup burayak. http://anjanifairuz.blogspot.com/2012/11/microworm-pakan-hidup-burayak-pakan.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012. Pukul 21:00
Benz betta bandung. Microworms makanan abadi untuk burayak (anak cupang). http://benzbetta.blogspot.com/2011/06/microworm-makanan-abadi-untuk-buyarak.html.
Budidaya cupang. Jenis pakan ikan cupang. http://budidaya-cupang.blogspot.com/2012/01/jenis-pakan-ikan-cupang.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012. Pukul 21:00
Hewan. Habitat dan perilaku cupang.        http://abiholmes.blogspot.com/2011/11/habitat-dan-perilaku-cupang.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012. Pukul 21:00
Info kita. Budidaya ikan cupang. http://www.infokita.web.id/2011/06/budidaya-ikan-cupang.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012. Pukul 21:00

Pembentukan Moral Melalui Sentuhan Nilai Agama

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Krisis moral dan kepribadian menjadi fenomena yang terjadi dalam kehidupan kita.. Penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tersebarnya tempat-tempat maksiat dan penyimpangan-penyimpangan perilaku lainnya menghiasi kehidupan kita. Sampai saat ini, upaya-upaya telah banyak dilakukan oleh banyak pihak, namun hasilnya masih jauh dari harapan. Namun upaya-upaya tersebut tidak harus ditiadakan atau dikurangi tetapi harus lebih ditingkatkan tetapi lebih simultan dan komprehensif.
      Seorang pemikir islam pernah mengutrakan hasil pengamatannya tentang kondisi umat islam saat ini. Salah satu fenomena yang terjadi adalah hilangnya kepribadian sitimewa dikalangan umat muslim. Seperti yang dikemukakan oleh Ihsan Tanjung (2001:X). Sebagai berikut
“Asy Syaikh Kamal Halbawy berpendapat bahwa di era globalosasi saat ini sebagian kaum muslimin tidak utuh dalam menampilkan kepribadian islam. Ada kelemahan dalam upaya melengkapi keseluruhan wilayah akhlak. Misalnya dalam wilayah kepribadian terkadang seorang muslim begitu concern terhadap akhlak kepada Allah, namun mengabaikan akhlah kepada sesame manusia. Sehingga apa yang ada pada masa dahulu menjadi keistimewaan kaum muslimin, maka hari ini sangat langkah ditemui di dalam dunia Islam”
1.2  Rumusan Masalah
1.      Seberapa penting pendidikan agama dalam membentuk moral seseorang?
2.      Bagaimana rusaknya moral anak bangsa saat ini yang tidak tersentuh dengan nilai-nilai agama.
3.      Bagaiaman membentuk akhlak dan perilaku Islam?
1.3  Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya pendidikan agama dan moral bagi bangsa ini, selain itu juga sebagai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia di semester dua.      
1.4  Metode Penelitian
Metode yang kami lakukan dalam penyusunan karya tulis ini merupakan metode kepustakaan yang  kami sadur dari buku-buku dan internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penyabab Terjadinya Krisis Moral
Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, Dunia kita telah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik kita adalah penipuan, dan bahasa social kita adalah pembunuan.

Dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.

Penyebab terjadinya krisis moral adalah :

1.      Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika.
2.      Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya.
3.      Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral.
4.      Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral
Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah, kembali kepada jalan islam. “Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 38)
2.2 Teori Keseimbangan Umar Bin Khattab
            Umar bin Khattab melihat bahwa suatu masyarakat akan kehilangan keseimbangannya jika gejala itu terjadi. Ada orang –orang shaleh yang lemah dan tertindas, da nada orang-orang jahat yang kuat dan perkasa. Yang pertama berarti kebaikan bertemu dengan kelemahan dan yang kedua berarti kejahatan bertemu dengan kekuatan.
            Karena itu Umar bin Khattab pernah berdoa: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan orang-orang bertakwa dan keperkasaan orang-orang jahat ”.
            Oleh sebab itu keseimbangan social menurut Umar Bin Khattab akan terjadi jika keshalehan bertemu dengan kekuatan dan kejahatan bertemu dengan kelemahan.
2.3 Tirani dan Keterasingan
            Bagaimana kita mengetahui bahwa suatu bangsa mengalami krisis moral? Dalam konteks ini kita dapat menyebut dua gejala; tirani dan keterasingan.
            Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilakuk social , dimana polarisasi kelompok terbagi menjadi dua yakni kelompok kuat yang tiran dan kelompok lemah yang menjadi objek tirani.

            Sementara itu, keterasingan menandai rusaknya hubungan social. Keterasingan berarti bahwa individu merasa sebagai orang asing dalam masyarakat. Ia hidup ditengah mereka namun tidak pernah merasakan kebersamaan dengan mereka. Lalu secara perlahan individu dan masyarakat terbelah dan terpecah. Dimana individu tidak lagi melihat masyarakat sebagai tempatnya melebur.
2.4 Jalan Terang Nilai-Nilai Islam
Manusia-manusia modern saat ini telah kehilangan cahaya kehidupan yang dapat membimbing mereka menuju keselamatan dan kebahagian dari semua yang mereka lakukan.
            Dunia kita ini telah gelap gulita. Dan hanya cahaya Allah yang dapat meneranginya kembali. Maka Allah berfirman;
            “… dan barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah , maka tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun juga.” (QS.24:40)
            Jalan keluar itu ada disini, kembali menempuh jalan Allah, ajaran Islam! Perbaiki akhlak dan kepribadian kita dengan perspektif Islam.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, Dunia kita telah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik kita adalah penipuan, dan bahasa social kita adalah pembunuhan.
Namun semua persoalan yang terjadi tersebut ada jalan keluarnya, dengan kembali menempuh jalan Allah, ajaran Islam. Karena dengan kembali ke ajaran Islam, maka Allah akan menerangi kehidupan kita yang sebelumnya gelap gulita.
3.2  Saran
Dengan menanamkan wawasan keislaman kepada diri kita, maka akhlak terpuji akan hadir dengan sendirinya di dalam setiap langkah hidup kita, akan menjauhkan diri kita dari akhlak-akhlak tercela, dan akan membentuk kepribadian islam yang dapat memperbaiki keseimbangan sosial
DAFTAR PUSTAKA
Artikel Non-Personal. 2012. Pendidikan Agama Membangun Moral. http://www.scribd.com/doc/72511469/Pendidikan-Agama-Membangun-Moral(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)
Matta, Anis. 2001. Membentuk Karakter Muslim. Jakarta: Shout Al-Haq Press.
Musthava. 2012. Agama Dan Dekadensi Moral. http://mushthava.blogspot.com/2012/02/agama-dan-dekadensi-moral.html(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)
Sang Pencari Ilmu. 2011. Membentuk Karakter Muslim. file:///E:/moral/Saung%20Pencari%20Ilmu%20-%20Membentuk%20Karakter%20Muslim.htm(Diakses pada tanggal 14 Mei 2012)

Tuna Long Line


BAB I
PENDAHULUAN
I. I Latar Belakang
            Dengan diproklamirkannya Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI ) 200 mil dari batas perairan teritorial tanggal 21 Maret 1980, maka luas perairan Indonesia bertambah menjadi ± 5,8 juta Km2. Bertambah luasnya perairan Indonesia memberi harapan baru yang menguntungkan bagi perkembangan perikanan laut.
Potensi lestari sumberdaya hayati perikanan tuna di perairan teritorial dan ZEEI diperkirakan 258,8 ribu ton per tahun (Anonymus,1983 ). Bertambahnya potensi perikanan tuna dari ZEEI merupakan tantangan bagi kita untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya secara rasional.

Long Line merupakan salah satu alat tangkap yang efektif dan khusus ditujukan untuk menangkap ikan tuna, karena konstruksinya mampu menjangkau kedalaman renang ( Swimming layer ) dan sangat sesuai untuk dioperasikan di perairan ZEEI 200 mil.
                Ikan tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai tambah yang cukup berarti dipasaran ikan Internasional. Hal ini terbukti dengan adanya permintaan tuna segar dipasaran Jepang yang mencapai 250 – 350 ton per hari, sehingga hal ini menjadi suatu tantangan bagi Indonesia yang mempunyai potensi lestari khusus untuk ikan tuna sebesar 258,8 ribu ton / tahun.


I.2 Tujuan
1.      Mengetahui konsep teknologi penangkapan ikan pole and line.
2.      Sebagai tugas perbaikan nilai dari mata kuliah Wawasan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknologi, dan Seni.


BAB II
PEMBAHSAN
2.1   Line Fishing

Long Line (rawai) termasuk kedalam teknologi penangkapan ikan yang menggunakan pancing atau biasa disebut dengan Line Fishing. Istilah lain biasa juga disebut dengan hook and line atau angling yaitu alat penangkapan ikan yang terdiri dari tali dan mata pancing. Semua alat tangkap tersebut dalam teknik penangkapannya menggunakan pancing. Umumnya pada mata pancingnya dipasang umpan, baik umpan asli maupun umpan buatan yang berfungsi untuk menarik perhatian ikan. Umpan asli dapat berupa ikan, udang, atau organisme lainnya yang hidup atau mati, sedangkan umpan buatan dapat terbuat dari kayu, plastik dan sebagainya yang menyerupai ikan atau yang lainnya.
            Dibandingkan dengan alat-alat penangkapan ikan lainnya, alat tangkap pancing inilah yang prinsipnya tidak banyak mengalami kemajuan. Karena hannya meletakkan umpan pada mata pancing, lalu pancing diberi tali. Setelah umpan dimakan oleh ikan maka mata pancing juga akan termakan oleh ikand dan dengan tali kemudian ditarik ke darat. Dalam teknisnya banyak mengalami kemajuan, misalnya benang yang dipakai berwarna sedemikian rupa sehingga tidak tampak dalam air, umpan diberi bau-bauan sehingga dapat memberikan rangsangan untuk dimakan, benetuknya diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai umpan yang umum disenangi oleh ikan yang menjadi tujuan penangkapan secara alamiah (Ayodhyoa,1981)
            Sebagai alat penangkapan ikan, alat pancing terdiri dari mata pancing, tali pancing, umpan, dan berbagai perlengkapan lainnya seperti joran, pelampung, pemberat, dan lain-lain. Dibandingkan dengan alat penangkapan ikan lainnya, menurut Ayodhyoa (1981) alat penangkapan ini mempunyai segi positif dan beberapa kelemaha, antara lain:
            Segi positif, yaitu:
1.      Alat-alat pancing tidak susah dala strukturnya dan operainya dapat dilakukan dengan mudah.
2.      Organisasi usahanya kecil, sehingga dengan modal sedikit usaha sudah dapat berjalan (bergantung jenis usaha pancingnya), manusia dengan sedikit usaha sudah dapat menjalankannya.
3.      Syarat-syarat fishing ground (daerah penangkapan) relatif sedikit dan dapat dengan bebas memilih.
4.      Pengaruh cuaca, suasana laut dan sebagainya relatif kecil.
5.      Ikan-ikan yang tertangkap seekor demi seekor sehingga kesegarannya dapat dijamin.

Beberapa kelemahannya, yaitu:
1.      Dibandingkan dengan perikanan jarring, maka untuk mendapatkan hasil tangkapan yang banyak jumlahnya dalam waktu yang singkat tidak mungkin dilakukan.
2.      Memerlukan umpan, sehingga ada tidaknya umpan alan berpengaruh terhadap jumlah kali operasi yang dapat dilkukan.
3.      Keahlian perseorangan sangat menonjol, pada tempat, waktu dan syarat-syarat lainnya sama, hasil tangkapan yang diperoleh belum tentu sama dengan orang lain.
4.      Pancing terhadap ikan adalah pasif, dengan demikian tertangkapnya ikan tersebut sangat ditentukan oleh tertariknya ikan untuk memakan umpan.

2.2   Long Line (Rawai)

Rawai (long line) terdiri dari rangkaian tali utama dan tali pelampung, dimana pada tali utama pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan berdiameter lebih kecil, dan di ujung tali cabang ini diikatkan pancing yang berumpan.
Ada beberapa jenis alat tangkap long line. Ada yang dipasang di dasar perairan secara tetap dalam jangka waktu tertentu disebut rawai tetap atau bottom long line atau set long line digunakan untuk menangkap ikan-ikan demersal (ikan dasar) . Ada juga Rawai yang hanyut biasa disebut drift long linedigunakan untuk menangkap ikan-ikan pelagis (ikan permukaan). Yang paling terkenal adalah tuna long line atau disebut juga dengan rawai tuna.


Gambar 2.1
Salah satu jenis rawai hanyut (drift long line) dan rawai tetap (set long line) (Anonim, 1975)
Walaupun kenyataannya bahwa hasil tangkapannya bukan hanya jenis ikan tuna tetapi juga jenis-jenis ikan pelagis lainnya seperti layaran, ikan hiu, dll.


Gambar 2.2
Jenis ikan hasil tangkap tuna long line bukan hanya jeni ikan  tuna tetapi juga beberapa jenis ikan pelagis lainnya.

Secara prinsip rawai tuna sama dengan rawai lainnya, namun mengingat berbagai factor biologi ikan sasaran, teknis pemakaian dan pengoperasian alat, komponen alat bantu, kapal yang tersedia, maka dilakukan berbagaai penyesuaian.



2.3   Bahan Tali Pancing

Bahan tali pancing dapat terbuat dari bahan monofilament (biasanya PA) atau multifilament (biasanya PES seperti terylene, PVA seperti kuralon atau PA seperti nylon). Perbedaan pemakaian bahan ini akan mempengaruhi jenis hauler yang diperlukan. Beberapa perbedaan dari kedua jenis bahan tersebut dipandang dari segi teknis adalah sebagai berikut.

a.       Bahan multifilament labih berat dan mahal disbanding monofilament, lebih mudah dirakit dan lebih cocok digunakan untuk kapal-kapal kecil.
b.      Bahan multifilament lebih tahan lama dan mudah ditangani. Karena itu, rawai multifilament harganya relatif lebih rendah.
c.       Karena lebih kecil, halus, dan transparan maka pemakaian monofilament dinilai akan memberikan hasil yang lebih baik dari pada multifilament.

2.4   Fishing Deph (Kedalaman Operasi)

Dilihat dari segi kedalaman operasi (fishing depth) rawai tuna dibagi menjadi dua, yaitu yang bersifat dangkal (subsurface), dan yang bersifat dalam (deep) yang pancingnya berada pada kedalaman 100 – 300 meter. Perbedaan kedua jenis ini antara lain pada tipe dangkal satu basket rawai diberi sekitar 5 pancing, sedangkan pada tipe dalam diberi sekitar 11 – 13 pancing sehingga lengkung tali utama menjadi lebih dalam. Sifat dari kedua tipe ini, antara lain:

a.       Rawai tipe dalam memerlukan line hauler yang lebih kuat dibandingkan tipe dekat permukaan.
b.      Rawai tipe dalam menangkap jenis big eye lebih banyak (sehingga nilai produksinya lebih baik) disbanding tipe dekat permukkaan. Tuna yang tertangkap dengan rawai dangkal didominasi oleh yellowfin tuna yang harganya lebih murah disbanding big eye.

Pelepasan pancing (setting) dilakukan menurut garis serong atau tegak lurus pada arus. Waktu melepas pancing biasanya dini hari tergantung jumlah basket yang akan dipasang karena diharapkansetting selesai pada pagi hari jam 07.00 saat ikan giat cari mangsa. Akan tetapi pengoperasian siang hari pun bisa dilakukan. Namun akibatnya penarikan pancing ( hauling ) jatuh pada waktu sore hari.

2.5   Jenis Umpan

Jenis umpan yang digunakan pada tuna long line umumnya adalah jenis ikan yang mempunyai sisik mengkilat, tidak cepat busuk, dan rangka tulangnya kuat sehingga tidak mudah lepas dari pancing bila tidak disambar oleh ikan. Umpan dalam pengoperasian alat tankap ini berfungsi sebagai alat pemikat ikan. Jenis umpan yang digunakan umumnya ikan pelagis kecil seperti lemuru (Sardinella sp), laying (Decopterus sp), kembung (Rastrelliger sp), dan bandeng (chanos-chanos)
Selain umpan asli, pada alat tangkap long line juga bisa menggunakan umpan buatan yang terbuat dari kayu atau plastik yang menyerupai ikan, udang, dll. Alat ini tidak banyak mengalami kemajuan karena hanya melekatkan umpan pada mata pancing. Kemudian diberikan bau-bauan sehingga dapat memberikan rangsangan kepada ikan, bentuknya diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai ikan yang umumnya disenangi oleh ikan.

2.6   Bagian-Bagian Tuna Long Line

Seperti halnya pada alat penangkapan ikan lainnya, satu unit alat tangkap tuna long line terdiri dari kapal yang dirancang khusus, alat tangkap dan crew. Kapal-kapal tuna long line modern bagian belakang telah dirancang dengan baik sehingga memudahkan operasi dan pengaturan alat tangkap.

BAB III
PENUTUP
3.1 Keimpulan
            Penerapan konsep teknologi dalam bidang akuakultur memang sangat dibutuhkan demi meningkatkan hasil/mendapatkan hasil yang maksimal. Namun demikian, kita juga memiliki tanggung jawab dari segala akibatnya, yaitu terhadap kelanjutan lingkungan kedepannya, oleh sebab itu dibutuhkan inovasi teknologi yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat menjadi solusi bagi peningkatan daya saing dan produksi komoditi perikanan yang berkelanjutan.
3.2 Saran
            Kegiatan akuakultur merupakan kegiatan yang sangat mendukung program perikanan berkelanjutan. Oleh sebab itu kegiatan akuakultur ini bisa menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya.



DAFTAR PUSTAKA
Akuakultur weblog. Bioteknologi dalam Akuakultur http://akuakultur.wordpress.com/2006/12/12/bioteknologi-dalam-akuakultur/. Diakses pada tanggal 19 april 2012.
Akuakultur yang Ramah; Inovasi Teknologi Masa Depan .http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/13/akuakultur-yang-ramah-inovasi-teknologi-masa-depan/. Diakses pada tanggal 19 april 2012.

Balai mulkan. Tuna Long Line. http://balaimulkan.blogspot.com/2012/07/tuna-long-line.html. Diakses pada tanggal 19  april 2012